Danar Seorang yang Senang dan Giat dalam Belajar ❤ Terutama di Dunia Pendidikan ❤ Yang Mempunyai Hobi Membaca dan Suka Berbagi ❤.

Sunan Gresik

3 min read

Berdasarkan sejumlah besar catatan sejarah, Sunan Gresik adalah tokoh Islam pertama yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa secara terkonsep.

Hal inilah yang kemudian membuatnya menjadi orang pertama yang mendapatkan gelar Walisongo.

Untuk mengenal sosoknya lebih dekat, inilah penjelasan lengkapnya mulai dari biografi hingga berbagai peninggalannya setelah wafat.

Sejarah Sunan Gresik

Sejarah-Sunan-Gresik

Untuk asal usul Sunan Gresik sendiri, beberapa sumber menyebutkannya secara berbeda. Ada yang mengatakan bahwa ia berasal dari Maroko, Afrika Utara, ada yang menuliskan bahwa ia adalah orang Turki.

Tapi beberapa sumber lain menjelaskan bahwa ia adalah keturunan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Ada juga yang mengatakan bahwa ia pernah singgah di daerah Campa (Kamboja) dan menikah di sana pada sekitar tahun 1379.

Istrinya adalah seorang anak raja, dan dengannya ia memiliki dua orang putra.

Selama di Campa, Sunan Gresik sangat rajin melakukan dakwah Islam, hingga di sekitar tahun 1392, dan kemudian hijrah dari satu tempat ke tempat lain hingga akhirnya sampai di tanah Jawa.

Sejarah Sunan Gresik di Pulau Jawa dimulai pada sekitar tahun 1404 Masehi, yang merupakan masa Kerajaan Majapahit. Kala itu, daerah pertama yang didatanginya adalah Sembolo, yang sekarang disebut dengan nama Leran. Lokasi tepatnya ada di Kecamatan Manyar, di sebelah utara Kota Gresik, Jawa Timur.

Sebenarnya, tanah Jawa sendiri sudah mengenal Islam jauh sebelum kedatangan Sunan Gresik.

Namun, penyebarannya tidak merata dan tidak berkembang pesat. Karenanya, banyak masyarakat Jawa yang masih memeluk agama Hindu dan Budha.

Ada juga yang tidak beragama dan bahkan mengikuti ajaran sesat. Tujuan kedatangan Sunan Gresik adalah untuk meluruskan pemikiran salah dari orang-orang Jawa mengenai kepercayaan dan kegiatan musyrik tersebut.

Simak Juga: Sunan Giri

Biografi Sunan Gresik

Biografi-Sunan-Gresik

Nama asli                                       : Maulana Malik Ibrahim

Nama panggilan lain                      : Syekh Maghribi, kakek bantal, Makhdum Ibrahim As-Samarqandi, Syekh Ibrahim Asmarakandi

Nama ayah                                    : Maulana Ahmad Jumadil Kubro

Nama saudara                               : Maulana Ishak

Nama anak                                    : Raden Rahmat (Sunan Ampel) dan Sayid Ali Murtadha

Hari, tanggal wafat                         : Senin, 12 Rabi’ul Awwal 1419 M / 882 H

Tempat syiar                                  : Gresik, Jawa Timur

Tempat makam                             : Gresik, Jawa Timur

Karomah                                        : Dapat menurunkan hujan lebat, mengubah beras menjadi butiran pasir, praktek pengobatan dan pertanian di Gresik.

Makam Sunan Gresik

Makam-Sunan-Gresik

Sunan Gresik dimakamkan di Kota Gresik, Jawa Timur, tepatnya di Desa Gapurosukolilo. Dari alun-alun Kota Gresik, komplek makamnya hanya berjarak 800 meter, atau sekitar 3 menit berkendara. Lokasi ini awalnya merupakan area pesantren yang didirikan oleh Sunan Gresik.

Area makamnya tidak terlalu luas, hanya berupa pendopo dengan pagar dan dibagi menjadi dua bagian utama.

Satu bagian adalah makam Sunan Gresik, dan sisi satu lagi adalah tempat makam untuk beberapa ulama lain.

Pada makam Sunan Gresik, terdapat tulisan Arab di bagian batu nisannya, yang jika diterjemahkan secara singkat memiliki arti seperti berikut:

  • Mafkharul Umara (guru kebanggan bagi para pangeran)
  • Umdatus Salathin Wal Wuzara (penasihat raja dan menteri)
  • Wa Ghaisul Masakain Wal Fuqura (santun dan dermawan kepada kaum dhuafa)
  • As As Id Asy Syahid Thirazu Bahaid Dawlah Waddin (wafat dengan bahagia karena syahid dan merupakan sinar negara dalam urusan keagamaan)

Simak juga: Sunan Drajat

Peninggalan Sunan Gresik

Peninggalan-Sunan-Gresik

1. Masjid Pasucian

Masjid tua ini terletak di Desa Leran, Gresik. Di sekitar area masjid, Anda akan melihat beberapa batu arsenik dari zaman Kerajaan Majapahit.

2. Air Sumur

Menurut kepercayaan, air dari sumur di dalam Masjid Pasucian bukanlah air biasa. Karena konon dapat meringankan bahkan menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Ukuran sumurnya sendiri cukup besar dan rasa dari airnya adalah tawar, berbeda dengan air sumur di sekitar yang memiliki rasa asin dan dengan ukuran sumur yang kecil.

Cara Berdakwah Sunan Gresik

Cara-Berdakwah-Sunan-Gresik

Saat menyebarkan agama Islam, Sunan Gresik melakukannya dengan beberapa metode berikut:

1. Halus

Sejak pertama kali menyiarkan Islam, Sunan Gresik tidak pernah memaksa atau bahkan menentang agama/kepercayaan orang-orang, sehingga ia mudah berbaur dengan masyarakat dan kehadirannya mudah diterima.

Ia selalu berperilaku dan bertutur kata dengan lembut, juga bersikap baik kepada semua orang.

Cara yang ia gunakan sangat halus dan lembut, sesuai dengan ajaran Al-Quran dan teladan Nabi.

Selain karena memang kepribadiannya, cara tersebut dilakukannya untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang indah, tidak kasar/brutal, tidak menyakiti sesama makhluk, dan cinta akan kedamaian serta kerukunan.

2. Berbaur

Sunan Gresik senang berbaur dengan semua golongan, mulai dari petani, pedagang, para bangsawan, hingga fakir miskin. Ia tidak pernah memilih teman dan tidak memandang seseorang berdasarkan kasta.

Dengan mendekati pergaulan masyarakat seperti ini, Sunan Gresik juga belajar bahasa lokal agar lebih mudah berkomunikasi dan menyampaikan dakwah.

3. Perdagangan

Metode lain yang digunakan untuk menyebarkan agama Islam adalah dengan berdagang, mulai dari membuka warung sederhana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, hingga melakukan perjalanan di berbagai pelabuhan.

Selama perjalanan dagangnya, Sunan Gresik bertemu dengan lebih banyak orang dan dari berbagai golongan, termasuk kalangan kerajaan.

Dengan tutur kata lembut dan kepribadiannya yang baik, membuat banyak kalangan bangsawan dan masyarakat segan dengannya, yang kemudian juga membuat mereka tertarik untuk mendalami Islam.

4. Bertani dan Menyembuhkan Orang Sakit

Sunan Gresik mengajari masyarakat untuk membuat irigasi dan cara bercocok tanam yang baik, yang membuat lahan-lahan pertanian mendapatkan cukup air, tanah lebih subur, dan hasil panen meningkat.

Ia juga melakukan pengobatan untuk warga Gresik. Keduanya dilakukan agar lebih dekat dengan masyarakat dan agar lebih mudah menyampaikan Islam.

Simak Juga: Sunan Ampel

Sunan Gresik merupakan tokoh yang berjasa dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa, yang juga membantu perekonomian masyarakat dalam bidang pertanian dan perdagangan. Tutur kata dan perilakunya yang lembut serta sikapnya yang bijaksana adalah beberapa hal yang bisa dijadikan pelajaran dan dicontoh.


Baca juga artikel dari: Farmbos


Danar Seorang yang Senang dan Giat dalam Belajar ❤ Terutama di Dunia Pendidikan ❤ Yang Mempunyai Hobi Membaca dan Suka Berbagi ❤.

Sejarah Pancasila

Danar
2 min read

Kerajaan Mataram Kuno

Danar
4 min read

Kerajaan Demak

Danar
3 min read

Kerajaan Kutai

Danar
3 min read

Sejarah Bahasa Indonesia

Danar
2 min read

Sunan Kudus

Danar
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *