Danar Seorang yang Senang dan Giat dalam Belajar ❤ Terutama di Dunia Pendidikan ❤ Yang Mempunyai Hobi Membaca dan Suka Berbagi ❤.

Sejarah Bahasa Indonesia

2 min read

Sebagai warga negara Indonesia yang teladan, ada baiknya Anda mengetahui sekilas tentang sejarah bahasa Indonesia untuk pengetahuan umum.

Bahasa yang awalnya dikenal sebagai bahasa Melayu ini, telah dibentuk dan diresmikan sebagai bahasa pemersatu bangsa. Diresmikan satu hari setelah hari proklamasi, bersamaan dengan konstitusi.

Ejaan yang digunakan masyarakat Indonesia hari ini adalah PUEBI, yang diberlakukan sejak tahun 2015 lalu hingga sekarang.

Namun, masih banyak masyarakat yang belum beralih dari ejaan lama yaitu EYD. Antara PUEBI dan EYD memang tidak jauh berbeda isinya, hanya saja PUEBI dianggap lebih modern karena latar belakang pembaharuannya yang mengikuti perkembangan zaman. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan dibawah ini dari Cryptowi.

Perkembangan Sejarah Bahasa Indonesia

Perkembangan-Sejarah-Bahasa-Indonesia

Bahasa Indonesia tidak terbentuk dengan sendirinya, namun merupakan pemisahan dan perkembangan dari bahasa Melayu. Anda pasti sudah mengetahui bahwa Indonesia dan Melayu lekat hubungannya, bahkan hingga saat ini masih ada beberapa daerah di Indonesia yang menggunakan bahasa Melayu.

Namun, imperialisme bahasa ini ditangkis dengan mendirikan bahasa sendiri. Nama tersebut merupakan nama yang sering kita sebut dengan Indonesia.

Penamaan bahasa Indonesia bermula seiring dengan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, dimana salah satu isinya menyebutkan “berbahasa yang satu yakni bahasa Indonesia”.

Hal ini juga menjadi upaya penghapusan kesan imperialisme, yang mengambilnya dari bahasa Melayu masih dianggap sebagai bahasa Negara Indonesia. Perkembangan bahasa Indonesia mulai terlihat dari media massa, yaitu sebagai berikut.

1. Jumlah dan bentuk kata singkatan bahasa Indonesia terus bertambah.

2. Meningkatnya jumlah penggunaan istilah dan bahasa asing dalam surat kabar.

Peran pers dan media massa sangat besar dalam perkembangan bahasa, karena melalui berita yang disebar kepada masyarakat, berbagai istilah dan kata-kata baru mulai diperkenalkan.

Seperti hujat, kroni, konspirasi, arogan, KKN, proaktif, provokator, dan istilah-istilah lain yang sebelumnya tidak pernah digunakan.

Sejak saat itu, masyarakat mulai menggunakan istilah, ungkapan, kalimat, dan kata-kata yang resmi milik Indonesia.

Beberapa istilah yang digunakan memang sudah ada sejak lama, namun masih jarang dipakai, hingga banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa bahasa Indonesia memiliki kosa kata yang banyak.


Baca juga: Sejarah Sepak Bola


Sejarah Ejaan Bahasa Indonesia

Sejarah-Ejaan-Bahasa-Indonesia

Berikut ini kronologi perkembangan ejaan Bahasa Indonesia dari awal hingga saat ini, simak uraian selengkapnya.

1. Ejaan van Ophuisjen

Diterbitkan pada 1901 yang masih disebut sebagai bahasa Melayu, dan menjadi pedoman ejaan pertama yang resmi,. Disusun oleh Charles A. van Ophuisjen dan dari Belanda, beserta Engku Soetan Makmur Nawawi, dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.

2. Ejaan Soewandi

Menggantikan ejaan van ophuisjen, pedoman ejaan Soewandi (ejaan republik) diresmikan pada 19 Maret 1947 sesuai dengan keputusan menteri pendidikan.

Disusun oleh Mr. Raden Soewandi, yang pada saat itu menjabat sebagai menteri pendidikan. Pembaruan terdapat pada penggunaan diftong dari oe menjadi u, dan tanda apostrof menjadi huruf k atau tidak dituliskan.

3. Ejaan Pembaruan

Berdasarkan usulan Moh Yamin, agar ejaan Soewandi disempurnakan maka diadakanlah kongres Bahasa Indonesia II pada 1954.

Pembaruan dipimpin oleh Pijono dan E. Katoppo yang berisi pembuatan standar satu huruf, penghapusan tanda hubung untuk kata yang satu makna, dan merubah ejaan diftong. Namun sayangnya, pedoman ejaan ini tidak diresmikan.

4. Ejaan Melindo

Melindo adalah akronim dari Melayu dan Indonesia, pedoman ejaan ini disusun pada 1959 dengan bekerja sama antara Indonesia dan persekutuan Melayu (Malaysia).

Isinya tidak jauh berbeda dengan ejaan pembaharuan, pedoman ejaan ini dibentuk agar menyamakan ejaan antara dua negara, namun lagi lagi pedoman ejaan ini gagal diresmikan.

5. Ejaan LBK

LBK yaitu singkatan lembaga bahasa dan kesusastraan, bisa dibilang ejaan ini adalah lanjutan ejaan Melindo yang gagal diresmikan.

Panitia penyusunnya masih sama, yaitu gabungan antara Indonesia dan Malaysia dan isinya tidak jauh berbeda dengan ejaan pembaharuan. Huruf vokalnya yaitu; i, u, e, ə, o, a. Serta ada istilah asing yang diserap seperti: extra → ekstra.

6. Ejaan yang Disempurnakan

Anda mungkin familiar dengan pedoman EYD ini, pedoman ejaan ini berlaku dari tahun 1972 hingga 2015. Pedoman ini menjadi yang paling lama digunakan, serta paling lengkap mengatur kaidah bahasa Indonesia.

Seperti bahasa serapan, pemakaian kata, penempatan tanda baca, pemakaian huruf kapital, pemakaian cetak miring, dan penyebutan huruf ‘e’.

7. Ejaan Bahasa Indonesia

Populer dengan istilah PUEBI, atau singkatan dari pedoman umum ejaan bahasa Indonesia.

Ditetapkan berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan tahun 2015, dan resmi menjadi pedoman ejaan yang baru. Ejaan ini menyempurnakan EYD, seiring dengan berkembangnya seni, teknologi, dan pengetahuan sehingga pemakaian bahasa Indonesia perlu diperluas.


Baca juga: Sejarah Kemerdekaan Indonesia


Bahasa Indonesia awalnya dikenal dan tidak dapat dipisahkan dari bahasa Melayu, bahkan pedoman ejaan resminya pun mengandung bahasa Melayu. Meskipun pedoman ejaan yang dibuat berdasarkan kerja sama Indonesia dan Melayu tidak jadi diresmikan, namun Melayu akan tetap melekat pada sejarah bahasa Indonesia.


Baca juga artikel dari: Farmbos


Danar Seorang yang Senang dan Giat dalam Belajar ❤ Terutama di Dunia Pendidikan ❤ Yang Mempunyai Hobi Membaca dan Suka Berbagi ❤.

Sejarah Paskibra

Danar
2 min read

Nilai Nilai Pancasila

Danar
2 min read

Urutan Pangkat TNI

Danar
3 min read

Penyimpangan Sosial

Danar
3 min read

Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Danar
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *