dhinda penulis Seorang yang mempunyai hobi membaca dan suka berbagi melalui tulisan.

Contoh Review Jurnal

13 min read

Contoh-Review-Jurnal

Jika Anda merupakan seorang akademisi atau peneliti tentu sudah tidak asing lagi bukan dengan istilah jurnal dan review jurnal. Bahkan saya yakin banyak dari Anda yang mungkin pernah melihat contoh review jurnal nasional maupun contoh review jurnal internasional yang dilakukan oleh reviewer berpengalaman.

Review sendiri sebenarnya merupakan proses berupa evaluasi dari hasil publikasi yang dikirimkan, jasa pelayanan hingga pertunjukkan seni. Jurnal penelitian sendiri merupakan laporan seorang peneliti terkait hasil penelitian yang telah dilakukan.

Sehingga review jurnal berfungsi untuk memberikan gambaran terkait kualitas suatu jurnal, kelebihan hingga kekurangan. Proses ini merupakan contoh critical review jurnal.

Contoh Review Jurnal Ekonomi

Contoh-Review-Jurnal-Ekonomi

Secara umum, review sebuah jurnal akan terdiri dari

  1. Ringkasan Jurnal (berisi latar belakang dan pendahuluan penelitian. Kemudian pada paragraph selanjutnya dilanjutkan dengan metode penelitian yang digunakan pada jurnal tersebut. Terakhir adalah hasil dan pembahasan yang diperoleh di dalam jurnal tersebut. Umumnya, ringkasan jurnal hanya terdiri dari kurang lebih dua sampai tiga halaman, atau bergantung pada kebutuhan)
  2. Critical Review Jurnal (Bagian Inti)
  3. Kesimpulan dan Saran
  4. Lesson Learned (Hal yang Dipelajari)
  5. Daftar Pustaka

Berikut ini adalah contoh review untuk jurnal bertema ekonomi kota.

Judul Jurnal         : Pemetaan Industri Kreatif di Area Urban Kota Medan dalam Rangka Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Kawasan

Penulis                 : Azela Nasyifa (Fakultas Ekonomi) dan Heru Ardiansyah (Fakultas Ilmu Komputer)

Publikasi              : Prosiding seminar nasional pada acara Call for Paper in Economic Development Risk and Trend for Developing Country

Reviewer              : Astriyani Rifatahari (012987)

CRITICAL REVIEW JURNAL:

Critical review jurnal dapat dilakukan setelah jurnal yang dipilih telah diringkas pada bagian di atas. Isi dari jurnal tersebut sudah dapat tergambar kepada pembaca dari judul jurnal yang dibuat oleh penulis yakni  pemetaan industri kreatif di area urban kota medan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan. Jurnal di awali oleh abstrak sebagaimana jurnal pada umumnya. Namun, penulis membuat kekeliruan pada bagian abstrak dimana abstrak tidak diberikan kata kunci sebagaimana aturan pada abstrak umumnya. Selain itu, penulis juga tidak menghapus panduan penulisan abstrak dalam Bahasa Inggris yang diberikan oleh penyelenggara seminar nasional. Bagian ini seharusnya diisi dengan abstrak berbahasa Inggris yang merupakan terjemahan dari abstrak sebelumnya.

Dari segi kerapihan penulisan, jurnal ditulis kurang rapi karena ada beberapa bagian paragraph yang tidak diberikan pengaturan rata kanan-kiri (alignment justify). Sehingga beberapa baris terlalu menjorok ke dalam dan keluar. Selain itu drafting jurnal kurang rapi karena terdapat paragraph yang memiliki jarak terlalu jauh sementara yang lain berbeda.

Pada bagian pendahuluan, dijabarkan mengenai latar belakang diangkatnya topik mengenai pentingnya ekonomi kreatif bagi pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Pada jurnal ini mengambil sampel lokasi daerah kota Medan yang merupakan salah satu kota besar di Pulau Sumatera. Kota Medan memiliki wewenang otonomi daerah dengan pertumbuhan ekonomi industri yang pesat namun terjadi stagnasi terhadap ekonomi industri kreatif.

Namun, penulis kurang bisa menjabarkan mengenai seberapa besar peran industri kreatif terhadap sumbangan ekonomi wilayah kota Medan. Padahal apabila hal ini dijelaskan maka penulis telah memberikan dasar penelitian yang lebih jelas bagi para pembaca mengenai peran industri kreatif di Kota Medan. Dengan dijabarkannya hal ini, pembaca juga bisa mendapatkan gambaran seberapa besar peran industri kreatif di Kota Medan.

Bab selanjutnya merupakan metode penelitian yang menjelaskan mengenai metode yang digunakan dalam memetakan peluang industri kreatif di area urban Kota Medan. Metode pemetaan sosial (social mapping) merupakan jenis metode yang digunakan. Penulis juga memberikan definisi mengenai metode pemetaan sosial namun dengan penjelasan yang terlalu bertele-tele. Kemudian penulis juga tidak memberikan keterangan mengenai proses pengambilan data yang mengakibatkan pembaca akan kesulitan untuk mengerti cara pengambilan data.

Bab selanjutnya adalah bagian hasil dan pembahasan yang merupakan bagian inti dari jurnal yang dibaut. Bagian awal bab hasil dan pembahasan penulis menjelaskan mengenai cara dan langkah strategis yang dilakukan dalam pemetaan sosial. Bagian ini seharusnya tidak dimasukkan ke dalam bab hasil dan pembahasan melainkan bab metode penelitian. Selain itu, penulis pada bagian metode penelitian mengungkapkan bahwa penulis menggunakan metode pemetaan sosial untuk mengumpulkan data permasalahan dan kondisi sosial di masyarakat tempat penelitian dilaksanakan. Namun, pada bab hasil dan pembahasan tidak terdapat penjelasan terkait keuntungan dan permasalahan yang terjadi di masyarakat terkait industri kreatif. Sebaliknya, penulis hanya memberikan tabel yang berisi informasi mengenai jenis industri kreatif dan jumlahnya yang tersebar di kecamatan di area urban kota Medan.

Selanjutnya, pada metode penelitian penulis menjelaskan bahwa menggunakan metode survey singkat yang menggunakan alat bantu kuesioner. Namun, hasil dari kuesioner yang dilakukan tidak ditemukan di bagian hasil dan pembahasan. Hal ini menunjukkan bahwa pada jurnal ini terdapat ketidaksesuaian di dalam metode penelitian dan hasil serta pembahasan yang dituliskan. Sehingga kekurangan mendasar dari jurnal ini adalah tidak ditemukannya hubungan antara pemetaan sosial yang seharusnya mampu memberikan gambaran kondisi sosial industri ekonomi kreatif di masyarakat.

” Baca Juga: Contoh Jurnal Terlengkap! “

Contoh Review Jurnal Psikologi

Contoh-Review-Jurnal-Psikologi

Judul Jurnal       : Laporan Langsung Psychopaty dan Hubungannya dengan Perbuatan Kriminal serta Antisosial berdasarkan Sampel pada Lulusan S1 Universitas

Tahun                    : 2016

Penulis                 : Saryani Rihati

Publikasi              : Jurnal Ilmu Pengetahuan Perilaku Manusia

REVIEW

Latar Belakang Penelitian:

Psikopati merupakan gangguan kepribadian kompleks yang memiliki gejala berupa kedangkalan, impulsive, egosentrisme, kurangnya rasa bersalah dan penyesalan pada individu. Seseorang yang menderita gangguan ini memiliki gejala berupa gangguan antisosial dan tingkah laku criminal. Pada tinjauan ini melihat seseorang dengan gejala psikopat dari dua konteks yaitu non criminal dan pidana. Terdapat beberapa teori mengenai penyebab hingga hubungan antara perilaku antisosial yang berkaitan dengan faktor psikologis, biologis dan faktor sosial.

Teori Utama yang Digunakan:

Penulis menggunakan teori utama berupa aliran psikoanalisis yang dicetuskan oleh Sigmund Freud pada karya ilmiah ini. Teori aliran psikoanalisis ini merupakan teori pembentukan kepribadian seorang individu.

Metode Penelitian:

Jurnal ini menggunakan pendekatan kuantitatif pada penelitiannya. Seluruh data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode analisis regresi menggunakan metode stepwise.

Sampel Penelitian:

Penelitian mengambil sampel sebanyak 300 mahasiswa dengan persentase 82% perempuan dan 18% laki-laki di Universitas Panca Husada menggunakan teknik populatif.

Hasil yang Diperoleh:

Penelitian berhasil menunjukkan hubungan antara sikap criminal, psikopati serta kecenderungan berpikir yang mendorong sikap antisosial berdasarkan sampel mahasiswa. Rata-rata menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa tidak menunjukkan kecenderungan ciri-ciri psikopat, mode berpikir mengarah ke perbuatan pidana hingga substantive criminal. Sementara untuk mereka yang menunjukkan adanya tendensi sikap criminal dalam berpikir, hingga kognisi terhadap pelanggaran dan kecenderungan antisosial memiliki persentase rendah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkatnya jumlah pemikiran yang mengarah ke perbuatan criminal serta sikap pelanggaran hukum, juga didukung oleh meningkatnya perilaku antisosial dari hasil responden.

Contoh Review Jurnal Pendidikan

Contoh-Review-Jurnal-Pendidikan

Judul Jurnal         : Penelitian terhadap Hubungan Pembelajaran Pendekatan Saintifik terhadap Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Fisika

Penulis                   : Azela Nasyifa

Publikasi              : Jurnal elektronik program Pascasarjana Universitas Pendidikan Panca Husada

Link jurnal           : https://drive.google.com/file/d/0B6yNA60bfjhbfjbjhsbfmsbfjs/view?pli=1

Diakses                : 30/12/2016

Reviewer              : Astriyani Rifatahari (012987)

Latar Belakang   :         

Terdapat hubungan antara proses dengan hasil pembelajaran dari pendekatan saintifik hasil belajar Fisika dengan keterampilan proses sains

Tujuan:

Penelitian dalam jurnal bertujuan untuk mengukur hasil belajar yang ditunjukkan siswa dalam mata pelajaran Fisika beserta keterampilan proses sains antar siswa. Sampel diambil dari siswa yang mengikuti pembelajaran pendekatan saintifik dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran metode umum

Sampel:

Sampel diambil dari siswa SMAN 3 Jakarta Utara kelas X yang terdiri dari 4 kelas berjumlah 150 siswa serta mengambil sampel random dari sejumlah 3 kelas.

Metode:

Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan sifat penelitian quasi experimental design (Eksperimen semu) serta metode post tes only control group design. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif serta analisis inferensial.

Hasil:

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dari hasil belajar serta keterampilan proses sains antara siswa yang menjalani metode pembelajaran langsung serta siswa yang mengikuti metode pembelajaran saintifik (F=40,293;p<0,05), perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang mengikuti metode pembelajaran saintifik dengan metode langsung dengan taraf signifikansi 0,000, p<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran saintifik memberikan hasil belajar serta keterampilan proses sains siswa yang lebih baik ketimbang metode pembelajaran langsung.

” Baca Juga: Contoh Pendahuluan Laporan “

Contoh Review Jurnal Politik

Contoh-Review-Jurnal-Politik

Judul Jurnal         : Penelitian terhadap Hubungan Pengaruh Politik Dalam Bidang Pendidikan

Penulis                 : Azela Nasyifa

Publikasi             : Seminar Nasional Politik Indonesia Universitas Panca Husada

Reviewer              : Astriyani Rifatahari (012987)

Latar Belakang      :      

Politik berhubungan dengan penyelenggaraan negara sehingga pendidikan menjadi salah satu aspek yang terikat dengan politik suatu negara.

Tujuan:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang terjadi antara politik dengan pendidikan. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap pembaca bagaimana politik mempengaruhi organisasi pendidikan

Metode:

Jurnal ini menggunakan metode penelitian analisis referensi yang tersedia baik dari teori, buku hingga penelitian sebelumnya

Hasil:

Pendidikan dan politik memiliki hubungan yang sangat erat. Politik memiliki peran dalam menentukan arah kebijakan pendidikan suatu negara. Bahkan ahli mengatakan bahwa pendidikan memiliki peran sebagai cara melestarikan kekuasaan negara. Penulis kemudian memberikan beberapa poin cara melestarikan kekuasaan negara melalui pendidikan, yang melalui beberapa tahapan seperti moralisme religious, perkembangan nasionalisme hingga lahirnya demokrasi. Jurnal ini berhasil menunjukkan kepada pembaca mengenai betapa dalamnya hubungan politik dengan pendidikan.

Contoh Tugas Review Jurnal

Contoh-Tugas-Review-Jurnal

Nama:Wahyu SetiawanNim:17.11.1005Kelas: 17 IF 02
No: 1
Judul: Supermarket Automation with Chatbot and Face Recognition Using IoT and AI

Peneliti, Media Publikasi:R Angeline ,  Tannavi Gaurav ,  Priyansh Rampuriya ,  Subhadeep Dey

https://ieeexplore.ieee.org/

Tahun: 2018
Pokok Penelitian/Pokok Bahasan: Populasi yang semakin bertumbuh mengarah pada basis konsumen yang berkembang yang meningkatkan beban dan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan konsumen hari demi hari yang meningkat. Sama seperti teknologi yang digunakan untuk memecahkan semua masalah.Untuk memecahkan masalah tersebut terdapat  ide yaitu untuk membuat tempat supermarket yang lebih nyaman dan efisien, di mana tidak ada kasir atau garis batas sehingga kita dapat berbelanja dengan bebas dari kerumitan.  Proyek ini mengimplementasikan kecerdasan buatan(Artifical Intelegent) dan internet of Things untuk mengotomatisasi supermarket untuk efisiensi yang lebih baik. Contohnya seseorang hanya perlu berjalan setelah memindai kode QR mereka melalui aplikasi dengan ID unik mereka di atasnya. Ini akan merekam kehadiran pelanggan di toko. Keranjang belanja dan keranjang memiliki sensor pada mereka, yang dapat mendeteksi produk masuk atau yang dibawa keluar. Produk ditempatkan di rak yang memiliki sensor tekanan untuk mendeteksi jika ada produk dijemput. Rak ini ditutup dan mereka hanya terbuka dengan kartu belanja anda. Ketika anda mencapai counter, Anda hanya memiliki menggesek kartu anda lagi dan uang akan dikurangkan dari rekening Anda sesuai dengan pembelian anda dan tanda terima akan diberikan. Kami berharap dapat menyediakan teknologi ini untuk berbagai rantai pasar yang super di negara dan luar negeri dan membantu mereka menerapkannya.

Metode Penelitian/pipe line penelitian:

A.  Chatbots dibuat dengan menggunakan bahsa Python. Beberapa chatbots sudah digunkan untuk supermarket ,tetapi sudah diimplementasikan di Facebook Messenger. Proyek ini akan menampilkan chatbot yang dibuat menggunakan python library chatterbot yang akan menggabungkan keduanya dengan menerapkan Chatbot Supermarket di pyton.

B.  Pengenalan Wajah menggunkan Python telah digunakan untuk mendeteksi wajah dengan bantuan numpy dan OpenCV. Berbagai algoritma pembelajaran mesin digunakan untuk mendeteksi wajah menggunakan OpenCV yang sejauh ini merupakan library paling populer untuk vision komputer. Setiap objek atau dalam hal ini wajah dibagi lagi menjadi tugas-tugas berukuran lebih kecil yang dikenal sebagai pengklasifikasi. Mungkin ada lebih dari 5000 pengklasifikasi untuk wajah tertentu. Memeriksa setiap classifier untuk mendeteksi wajah dapat menjadi tugas yang membosankan dan menghabiskan waktu sehingga membuatnya dapat dieksekusi secara real-time menggunakan sesuatu yang disebut cascade. Seluruh wajah dibagi lagi menjadi balok untuk tes cepat dan kasar. Pemeriksaan cepat ini menentukan apakah pengujian terperinci perlu dilakukan atau tidak.

Hasil: Pada jurnal ini telah melakukan percobaan dengan gambar wajah yang tersimpan dan membangun sistem untuk menemukan dan REC-ognize wajah dalam lingkungan yang dinamis. peneliti pertama kali membuat database besar gambar wajah dikumpulkan un-der berbagai kondisi pencitraan. Dengan menggunakan database ini, peneliti telah melakukan beberapa eksperimen untuk menilai performa di bawah variasi pencahayaan, skala, dan orientasi yang diketahui. Image dari gambar l (a) diambil dari database lebih dari 2500 wajah gambar digital di bawah kondisi terkontrol. Statistik dikumpulkan mengukur mean AC-menjadi sebagai fungsi dari perbedaan antara kondisi pelatihan dan kondisi pengujian. Dalam kasus tak terbatas 8, dan 86, sistem mencapai klasifikasi yang benar AP-Proximately 96% di atas variasi pencahayaan, 85% benar rata di atas variasi Orien-tation, dan 64% rata yang benar pada variasi ukuran. Dalam percobaan kedua prosedur yang sama diikuti, tetapi ambang batas penerimaan 8, juga bervariasi.

Kelebihan:– Memaparkan secara jelas dan lengkap latar belakang dari permasalahan mengapa dibuatnya aplikasi ini.

– penulis dapat mengembangkan beberapa poin-point kecil.

-menyertakan refrensi.

Kekurangan:-Metodologi yang digunkan belum di jelasakan secara rinci

-Tidak dijelaskan proses penelitian tersebut.

– pengimplementasian belum dilakukan dengan real.

Perbandingan dengan Metode/Penelitian Usulan:-Didalam Jurnal ini menggunkan chatbots dan pengenelan wajah dengan python dengan bantuan numpy dan OpenCV, OpenCV merupakan library paling populer untuk vision computer

– Dan pada metode usulan menggunkan Bahasa yang sama yaitu python, tetapi terdapat perbedaan yang signifikan yaitu pada klasifikasinya menggunkan metode Haar-Cascade Classifier.

No: 2
Judul: Face Recognition Using Eigenfaces

Peneliti, Media Publikasi:Matthew A. Turk and Alex P. Pentland

https://ieeexplore.ieee.org/

Tahun: 2018
Pokok Penelitian/Pokok Bahasan: Deteksi dan identifikasi wajah manusia menggambarkan sistem pengenalan wajah dengan real-time dengan cara mendeteksi suatu subjek dan kemudian mengenali orang tersebut dengan membandingkan karakteristik wajah dengan orang-orang yang dikenal.Gambar wajah diproyeksikan ke ruang fitur (“ruang wajah”) yang paling baik  dengan mengkodekan variasi di antara gambar wajah yang dikenal. Ruang muka didefinisikan oleh “wajah eigen”, yang merupakan vektor eigen dari himpunan wajah. Mereka tidak harus sesuai dengan fitur yang terisolasi seperti mata, telinga, dan hidung. Kerangka kerja metede ini menyediakan kemampuan untuk belajar mengenali wajah-wajah baru.

Metode Penelitian/pipe line penelitian:

Jurnal ini menggunkan metode Eigenfaces untuk pengenalan wajah. Banyak dari jurnal-jurnal sebelumnya tentang pengenalan wajah otomatis telah melupakan atau mengabaikan isu tentang aspek dari stimulus wajah yang sangat penting untuk proses identifikasi. Ini menyarankan kepada kami bahwa pendekatan teori informasi tentang pengkodean dan penguraian citra wajah dapat memberikan wawasan tentang isi informasi citra wajah, dengan menekankan “fitur” lokal dan global yang signifikan. Fitur-fitur seperti itu mungkin atau mungkin tidak secara langsung berkaitan dengan gagasan intuitif kita tentang fitur wajah seperti mata, hidung, bibir, dan rambut. Dalam bahasa teori informasi, kami ingin mengekstraksi informasi yang relevan dalam gambar wajah, menyandikannya seefisien mungkin, dan membandingkan satu penyandian wajah dengan database model yang disandikan dengan cara yang sama. Pendekatan sederhana untuk mengekstraksi informasi yang terkandung dalam gambar wajah adalah entah bagaimana menangkap variasi dalam kumpulan gambar wajah, terlepas dari penilaian fitur apa pun, dan menggunakan informasi ini untuk menyandikan dan membandingkan masing-masing gambar wajah. Dalam istilah matematika, kami ingin menemukan komponen utama dari distribusi wajah, atau vektor eigen dari matriks kovarians dari himpunan gambar wajah. Vektor eigen ini dapat dianggap sebagai seperangkat fitur yang bersama-sama mencirikan variasi antara gambar wajah. Setiap lokasi gambar berkontribusi lebih atau kurang untuk setiap vektor eigen, sehingga kita dapat menampilkan vektor eigen sebagai semacam wajah hantu yang kita sebut eigenface. Setiap gambar wajah dalam set pelatihan dapat diwakili secara tepat dalam hal kombinasi linear dari eigenfaces. Jumlah kemungkinan eigenfaces sama dengan jumlah gambar wajah dalam set pelatihan. Namun wajah juga dapat diperkirakan menggunakan hanya wajah eigen “terbaik” – wajah yang memiliki nilai eigen terbesar, dan yang karenanya merupakan varian terbanyak dalam rangkaian gambar wajah. Alasan utama untuk menggunakan eigenfaces lebih sedikit adalah efisiensi komputasi.

Hasil: Pada jurnal ini telah melakukan percobaan dengan gambar wajah yang tersimpan dan membangun sistem untuk menemukan dan REC-ognize wajah dalam lingkungan yang dinamis. peneliti pertama kali membuat database besar gambar wajah dikumpulkan un-der berbagai kondisi pencitraan. Dengan menggunakan database ini, peneliti telah melakukan beberapa eksperimen untuk menilai performa di bawah variasi pencahayaan, skala, dan orientasi yang diketahui. Image dari gambar l (a) diambil dari database lebih dari 2500 wajah gambar digital di bawah kondisi terkontrol. Statistik dikumpulkan mengukur mean AC-menjadi sebagai fungsi dari perbedaan antara kondisi pelatihan dan kondisi pengujian. Dalam kasus tak terbatas 8, dan 86, sistem mencapai klasifikasi yang benar AP-Proximately 96% di atas variasi pencahayaan, 85% benar rata di atas variasi Orien-tation, dan 64% rata yang benar pada variasi ukuran. Dalam percobaan kedua prosedur yang sama diikuti, tetapi ambang batas penerimaan 8, juga bervariasi.

Kelebihan:-Memaparkan secara jelas dan lengkap mulai dari pendahuluan atau latar  belakang   dari permasalahan mengapa dibuatnya jurnal ini.

– penulisan dan isi abstrak sudah baik karena penulis dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kegiatan penelitian tentang Eigenfaces.

– Menyertakan refrensi.

Kekurangan:-Metode yang digunakan belum dijelaskan secara rinci dan lengkap

-peneliti tidak menjelaskan bagaimana dan kapan dilakukannay penelitian tersebut.

Perbandingan dengan Metode/Penelitian Usulan:-Dengan Eigenfaces dapat meREC-ognize wajah dalam lingkungan yang dinamis dan dengan database besar.

-Dan pada metode usulan menggunkan Principal Component Analysis (PCA) dilakukan dengan ponsel android, kemudian citra tersebut dideteksi dan dipotong sehingga hanya didapat bagian wajah saja.  Deteksi wajah menggunakan metode Haar-Cascade Classifier, kemudian ekstraksi fitur dilakukan menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA).

 

Nama: Arfian Dimas Andi PermanaNim: 17.11.1018Kelas: 17IF02
No: 1
Judul: Leveraging large face recognition data for emotion classification
Peneliti, Media Publikasi: Boris Knyazev, Roman Shvetsov, Natalia Efremova, dan Artem Kuharenko. Media publikasi IEEE Computer Society
Tahun: 2018
Pokok Penelitian/Pokok Bahasan: Menjelaskan solusi untuk kami entri untuk tantangan pengakuan emosi EmotiW 2017. menunjukkan bahwa penggunaan kuat industri-tingkat pengenalan wajah jaringan meningkat akurasi pengenalan emosi. Menggunakan ensemble jurnal ini memperbaiki hasil tahun sebelumnya terbaik tentang tes set oleh sekitar 1%, mencapai% klasifikasi akurasi 60,03 tanpa penggunaan informasi sementara visual.

Metode Penelitian/pipe line penelitian:

Pipe line dari jurnal ini ada 5 tahap

1. Deteksi Wajah: Untuk mengekstrak dan menyelaraskan wajah baik dari gambar  FER2013 dan frame video EmotiW kita menggunakan detektor dlib wajah. Jika wajah tidak ditemukan pada frame, seluruh frame dilewatkan ke jaringan karena dua alasan. Petama jaringan masih bisa menangkap beberapa isyarat kontekstual diberikan seluruh frame, dan kedua, untuk beberapa video semua deteksi wajah yang positif palsu.

2. Ekstrasi fitur frames: Fitur untuk semua frame yang dihitung dengan menggunakan 4 jaringan. Untuk VGG-Face, kita secara empiris pilih 4096 dimensi FC6 fitur (setelah lapisan terhubung sepenuhnya), sedangkan untuk jaringan lain kita menggunakan 1024 fitur dimensi dari lapisan sebelum yang terakhir.

3. Agregasi fitur Bingkai-tingkat: menghitung fitur video dengan satu atau beberapa fungsi secara agregat gation (misalnya, rata-rata atau standar deviasi) diikuti oleh rescaling untuk berbagai [ 0, 1] dan Rangkaian. dalam kasus VGG-Wajah jika kita menghitung berarti menunjukkan sebagai STAT *, maka fitur 12288 dan min fitur, yang kami menunjukkan sebagai STAT *, maka fitur 12288 dan min fitur, yang kami menunjukkan sebagai STAT *, maka fitur 12288 dimensi. Dalam karya ini, rootsift normalisasi ( tanda( x) √ | x | / ‖ x ‖ 1) [ 2] dan standardisasi global juga diterapkan pada fitur bersambung.

4. Klasifikasi: Sebuah SVM linier dilatih pada data pelatihan (satu SVM per jaringan) dalam kasus pelaporan akurasi validasi dan, seperti pada [9], pada pelatihan ditambah validasi data dalam kasus akurasi tes. Regularisasi konstan SVMs ditemukan oleh 5 kali lipat cross-validasi.

5. Ensembling dengan fitur audio: Kami menghitung 1582 fitur audio 5) Ensembling dengan fitur audio: Kami menghitung 1582 fitur audio dimensi menggunakan perpustakaan Opensmile [8]. Kami melatih SVM linear dalam kasus ini juga, sehingga ensemble skor kami rata-rata dari 5 SVMs total.

Hasil: emosi yang benar. LSTMs dilatih di atas jaringan FR-Net-B pada urutan penuh analog ke [9]. Namun, kami tidak mampu meningkatkan kinerja kami pada tes set dengan menambahkan LSTMs
Kelebihan: Dengan menggunakan esemble paper ini memperbaiki hasil tahun sebelumnya tentan tes set dengan hasil akurasi 60,03.
Kekurangan: Tidak bisa meningkatkan kinerja pada tes set dengan menambahkan LSTMs.
Perbandingan dengan Metode/Penelitian Usulan: Perbedaan dari penelitian dengan yang saya lakukan adalah, penelitian ini menggunakan klasifikasi SVM linier dilatih pada data pelatihan (satu SVM per jaringan). Sedangkan metode saya sebelumnya menggunakan haar-cascade classifier dengan metode PCA yang mampu mendeteksi wajah hanya dengan waktu 1 detik per wajah.
No: 2
Judul: Intelligent face recognition and navigation system using neural learning for smart security in Internet of Things
Peneliti, Media Publikasi: Priyan Malarvizhi Kumar, Ushadevi Gandhi, R. Varatharajan, Gunasekaran Manogaran, Jidhesh R., Thanjai Vadivel, Media Publikasi Digital Object Identifier System
Tahun: 2017
Pokok Penelitian/Pokok Bahasan: Pembuatan aplikasi mobile pengenalan gambar dan sistem aplikasi baru yang menyediakan kecepatan dan ketepatan pesan dalam bentuk audio untuk orang-orang yang mengalami gangguan visual sehingga mereka dapat menavigasi dengan mudah.

Metode Penelitian/pipe line penelitian:

Panduan buta adalah sebuah inovasi dalam kerangka rute untuk individu cacat visual. Produk ini diimplementasikan pada ponsel berbasis android canggih yang dikombinasikan dengan sensor ultrasonic. Sensor ultrasonik termasuk jarak jauh menggunakan peralatan berbasis mikrokontroler dan berbicara dengan Smartphone menggunakan Bluetooth.

1. Modul Smartphone

Smartphone terdiri dari aplikasi yang diinstal pada sistem android. Ini metode plug-and-play bagi pengguna tunanetra memiliki kemampuan untuk meningkatkan mobilitas pengguna.

2.  Ultrasonic modul aksesori

sensor ultrasonik memberikan gelombang ultrasonik ke udara dan mengenali kembali ectedwaves fl fromobjects. Ini sensor ultrasonik berhubungan dengan mikrokontroler Arduino, dan mikrokontroler yang terkait dengan modul Bluetooth. Data dari sensor ultrasonik disusun terkait dengan modul Bluetooth [ 39 ]. Data dari sensor ultrasonik disusun terkait dengan modul Bluetooth [ 39 ]. Data dari sensor ultrasonik disusun dan beralih ke informasi speech (TTS) di themicrocontroller.

Hasil:Dari tabel diketahui bahwa aplikasi tersebut menunjukkan tingkat akurasi yang baik dari 90%. Sebagai beberapa pengguna tidak akrab dengan smartphone mereka fi nding beberapa kesulitan-fi dif dalam menggunakan aplikasi. Di antara pengguna, 75% dari mereka mendapati sistem untuk menjadi berguna. Untuk orang 5 dan 8, hasil menunjukkan bahwa tingkat akurasi yang tinggi. Hal ini karena fakta bahwa pengguna melihat langsung ke kamera tanpa

setiap de refleksi dalam ekspresi. Untuk orang 2 dan 6, tingkat akurasi relatif rendah. Hal ini karena gerakan wajah sehubungan dengan daerah menangkap kamera. Aplikasi yang diusulkan dibandingkan dan analyzedwith beberapa sistem yang ada dengan parameter tertentu seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2. Perlu dicatat bahwa aplikasi yang diusulkan menyediakan 95% deteksi hambatan dan 90% pengenalan wajah tarif akurasi dengan dukungan navigasi untuk kedua lingkungan outdoor dan indoor.

Kelebihan: Aplikasi yang diusulkan menyediakan 95% deteksi hambatan dan 90% pengenalan wajah tarif akurasi dengan dukungan navigasi untuk kedua lingkungan outdoor dan indoor. Dengan demikian, aplikasi yang diusulkan memberikan tingkat akurasi yang lebih tinggi untuk kedua deteksi hambatan dan pengenalan wajah tanpa mengorbankan portabel, lebih murah, karakteristik mandiri dari sistem.
Kekurangan: Kendala sensor ultrasonik adalah cari durasi sensor ultrasonik antara pemicu dan gema, Cari jarak menggunakan hubungan antara kecepatan suara dan durasi antara pemicu dan gema, kendala jika araknya kurang dari ambang batas jarak.
Perbandingan dengan Metode/Penelitian Usulan: Perbandingan metode yaitu paper ini menggunakan peralatan iot dan menggunakan ekstraksi wajah yaitu Open CV Library, berbeda dengan penelitian usulan saya yang menggunakan ekstraksi PCA untuk mendapatkan ciri/fitur dari citra wajah yang akan disegmentasi dengan background.

KESIMPULAN DARI REVIEW DIATAS :

Itulah beberapa contoh review jurnal untuk berbagai jenis penelitian. Selain contoh review jurnal di atas, terdapat pula contoh review jurnal pertanian yang akan membahas terkait jurnal di bidang pertanian.

Selain itu ada pula contoh review jurnal hukum yang mereview jurnal terkait masalah hukum.

Ada pula contoh review jurnal bahasa inggris yang akan mereview jurnal yang menggunakan Bahasa Inggris.

Tentunya review jurnal Bahasa Inggris membutuhkan skill yang mumpuni di bidang Bahasa Inggris termasuk memahami istilah yang khas pada suatu bidang. Ada pula contoh review jurnal kualitatif yang akan mengecek kualitas dari suatu jurnal penelitian.

 

Ingin mengetahui artikel menarik lainnya? Anda bisa membacanya melalui link di bawah ini :

 

dhinda penulis Seorang yang mempunyai hobi membaca dan suka berbagi melalui tulisan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *