danar Seorang yang Senang dan Giat dalam Belajar, Terutama di Dunia Pendidikan. Yang mempunyai hobi Membaca, Fotografi dan seputar Internet Marketing.

Penjelasan Organisasi

9 min read

Organisasi

Ada banyak berbagai jenis kalangan yang termasuk organisasi, baik formal atau informal. Seperti sekolah, bisnis, pribadi, sosial, teknis, dll. Akan tetapi perlu Anda ketahui juga bahwa dari golongan partai politik, serikat pekerja juga merupakan organisasi.

Namun, Apa sih sebetulnya yang dimaksud dengan organisasi itu sendiri? Berikut adalah penjelasan lengkapnya dari Cryptowi.

Apa Itu Organisasi?

Apa-Itu-Organisasi

Secara etimologis, kata organisasi berasal dari bahasa Yunani “organon”, yang dapat diterjemahkan sebagai “alat atau instrumen”. Organisasi adalah sistem yang dirancang untuk mencapai tujuan dan sasaran tertentu.

Sistem ini dapat terdiri dari subsistem terkait lainnya yang memenuhi fungsi spesifik.

Dengan kata lain, suatu organisasi adalah kelompok sosial yang terdiri dari beberapa orang, tugas, dan administrasi, yang berinteraksi dalam kerangka struktur sistematis untuk memenuhi tujuannya.

Di dalamnya ada satu set elemen yang secara langsung terkait dengan organisasi, seperti pelanggan, pemasok, pesaing, dll.

Di sisi lain, ada seseorang yang memainkan peran kunci dalam kepemimpinan, perencanaan, kontrol peran sumber daya manusia, sumber daya keuangan dan teknologi. Jadi, sekelompok orang dalam suatu organisasi memiliki peran masing-masing.

Divisualisasikan dalam arti yang luas, organisasi kemudian muncul sebagai ruang kegiatan sosial par excellence yang secara historis telah memungkinkan pencapaian berbagai tujuan, seperti organisasi pemerintah, budaya, politik, militer dan ekonomi.

Karakteristik suatu organisasi meliputi moral, kepemimpinan, kerja tim, kinerja dan struktur.

Karakteristik lain yang dimiliki organisasi yang sukses termasuk optimisasi, saling menghormati, dan adaptasi.

Sedangkan ciri penting dari organisasi yang sukses adalah moral karyawan atau anggota.

Jenis-Jenis Organisasi

Jenis-Jenis-Organisasi

Jenis-jenis dan pengertian organisasi dalam berbagai bidang adalah sebagai berikut:

1. Organisasi Bisnis

Dalam dunia bisnis, organisasi dipahami sebagai entitas sosial yang dibentuk oleh dua orang atau lebih yang bekerja secara terkoordinasi dalam lingkungan eksternal tertentu, yang bertujuan pada tujuan kolektif.

Organisasi ini terdiri dari pembagian tugas dan penugasan tanggung jawab. Tiga jenis utama organisasi bisnis adalah kepemilikan perseorangan, kemitraan, dan korporasi, contoh: PT, CV, firma, dll.

2. Organisasi Sosial

Organisasi sosial dilihat sebagai sekelompok orang yang saling terhubung yang memiliki ide-ide yang sama, yang memungkinkan mereka bekerja untuk proyek yang sama.

Beberapa contoh organisasi sosial adalah pemerintah, keluarga, komunitas, kelompok agama, universitas, sekolah, dan lain-lain.

3. Organisasi Politik

Suatu organisasi politik dipahami sebagai asosiasi atau gerakan politik yang fungsinya untuk mengekspresikan ideologi suatu rakyat dalam hal-hal publik tertentu yang menjadi kepentingan umum.

4. Organisasi Teknis

Organisasi teknis terdiri dari sekelompok orang yang harus memenuhi tugas-tugas tertentu secara sistematis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Jasa konstruksi, industri atau bidang jasa lainnya termasuk dalam organisasi ini.

Ketika organisasi teknis melakukan proyek baru, sekelompok orang merencanakan dan mengevaluasi kegiatan.

Sementara yang lain menunggu tanggapan analisis tersebut untuk memenuhi tugasnya dengan cara yang terencana untuk memastikan kualitas manajemen dan hasil yang sukses.

” Baca Juga: Pengertian Kewirausahaan

Tujuan Organisasi

Tujuan-Organisasi

Setiap organisasi dibentuk untuk mencapai suatu tujuan.

Tujuan adalah indikator yang harus dilalui oleh suatu organisasi, yang juga berfungsi untuk mengukur kinerjanya. Organisasi yang sukses adalah organisasi yang memenuhi sebagian besar tujuan yang telah ditetapkan.

Semakin banyak tujuan yang dicapai akan meyakinkan klien atau investor di masa depan.

Tujuan suatu organisasi ditentukan berdasarkan rencana awal atau arahan strategis, yang juga mencakup respons terhadap masalah dan peristiwa tak terduga yang timbul dari lingkungan di mana organisasi itu beroperasi.

Tujuan juga membantu mengarahkan, mengendalikan, memotivasi dan meninjau keberhasilan kegiatan suatu organisasi.

Untuk keberhasilan pencapaian tujuan, harus ada strategi yang sesuai atau rencana tindakan yang memastikan bahwa sumber daya diarahkan dengan baik ke arah tujuan akhir.

Strategi yang digunakan juga harus terus ditinjau ulang untuk menetapkan apakah perusahaan berfokus pada pencapaian tujuan.

Tujuan dan strategi organisasi disesuaikan dengan perubahan, sehingga secara teratur dimodifikasi dari waktu ke waktu.

Tujuan harus memenuhi beberapa karakteristik berikut:

1. Kejelasan:

tujuan harus didefinisikan dengan jelas, sehingga tidak ada keraguan pada orang yang bertanggung jawab untuk berpartisipasi dalam pencapaian tujuan.

2. Fleksibilitas:

tujuan harus cukup fleksibel untuk dimodifikasi ketika keadaan berubah.

3. Terukur:

tujuan harus dapat diukur dalam periode waktu tertentu agar bisa dicapai.

4. Realistis:

tujuan harus masuk akal dan mungkin untuk dicapai.

5. Koheren:

suatu tujuan harus konsisten, yaitu tidak boleh saling bertentangan antara satu orang dengan orang yang lain.

6. Memotivasi:

tujuan harus dibuat sedemikian rupa agar menjadi elemen yang memotivasi dan tantangan bagi orang yang bertanggung jawab atas pemenuhan tujuan ini.

Secara umum, tujuan suatu organisasi adalah:

  • Memulihkan modal
  • Gaji pekerja
  • Profitabilitas (memperoleh laba / keuntungan)
  • Citra baik, termasuk memuaskan konsumen / pelanggan
  • Memaksimalkan penghasilan tahunan
  • Mencapai produktivitas
  • Meminimalkan resiko investasi
  • Tanggung jawab sosial
  • Memperluas dan menembus lebih banyak pasar
  • Memiliki lingkungan kerja yang baik
  • Mengembangkan budaya organisasi yang baik
  • Meraih penghasilan yang diproyeksikan
” Baca Juga: Penjelasan Stakeholder

Struktur Organisasi

Struktur-Organisasi

Organisasi tanpa struktur yang jelas kemungkinan besar akan gagal.

Struktur sebuah organisasi adalah pengaturan peran yang disengaja, di mana setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab untuk memenuhi kinerja setinggi mungkin.

Tujuan dari struktur adalah untuk membangun sistem peran yang akan dikembangkan oleh anggota entitas untuk bekerja bersama secara optimal dan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam perencanaan.

Berikut adalah dua contoh struktur dari organisasi:

1. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur perusahaan mengacu pada bagaimana suatu bisnis diorganisasikan untuk memenuhi tujuannya.

Struktur organisasi suatu perusahaan adalah sistem hierarkis yang dipilih, di mana sekelompok orang berperan untuk memenuhi pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

Karakteristik struktur dalam sebuah perusahaan diwakili oleh 3 aktor penting berikut:

  • Pemegang Saham
  • Dewan Direksi
  • Direksi

Struktur dalam suatu perusahaan bisnis sangatlah penting, karena struktur menentukan kepemilikan, kontrol, dan kewenangan perusahaan.

Kepemilikan (pemilik) adalah pemegang saham, kontrol dilakukan oleh dewan direksi atas nama pemegang saham, sedangkan wewenang atas operasi sehari-hari dilakukan oleh Direksi.

Dewan Direksi memberikan perintah atas nama pemegang saham, sementara pemegang saham memberikan instruksi kepada CEO terkait operabilitas.

Struktur perusahaan harus dibuat sedemikian rupa agar menjadi baik, karena struktur yang tidak memadai atau kacau akan menimbulkan masalah dan menghambat tugas-tugas yang seharusnya sederhana.

2. Struktur Organisasi Kelas

Organisasi kelas adalah sumber daya pengajaran yang memfasilitasi pencapaian tujuan yang diusulkan dan didukung dengan tindakan guru dan siswa.

Organisasi kelas yang baik harus terstruktur, dengan mempertimbangkan tujuan, isi, dan kegiatan belajar-mengajar.

Secara umum, struktur kelas biasanya terdiri dari:

  • Wali kelas: memberi pengarahan, bimbingan, dan mengawasi struktur kelas.
  • Ketua kelas: siswa berkompeten yang mampu menjadi seorang pemimpin kelas.
  • Wakil ketua kelas: membantu dan bekerjasama dengan ketua kelas dalam membuat kebijakan organisasi kelas.
  • Sekretaris: berperan dalam hal keadministrasian dan kesekretariatan kelas.
  • Bendahara: berperan terhadap laporan dan manajemen keuangan kelas.
  • Sekbid (seksi bidang): seksi bidang kerohanian, pendidikan, seksi bidang kebersihan, dll.

Apakah Anda sedang berencana untuk bergabung atau membentuk suatu organisasi atau club sendiri? Maka mengetahui dengan jelas penjelasan organisasi ini adalah langkah awal yang tepat.

Tujuan, misi dan visi harus didefinisikan dengan jelas agar organisasi bisa sukses.

Unsur-Unsur Organisasi

Unsur-Unsur-Organisasi

Organisasi memiliki beberapa unsur yang sangat penting agar organisasi dalam berjalan sebagaimana mestinya.

Unsur-unsur ini adalah bagian atau komponen yang membentuk dan membuat tujuan organisasi menjadi lebih jelas.

Berikut 6 unsur dari sebuah organisasi yang diringkas secara umum.

1. Personil /Man

Personil atau anggota organisasi adalah sebuah unsur yang sangat penting karena memiliki peran dan tingkatan masing-masing.

Tanpa adanya personal maka sebuah organisasi tidak akan berjalan dengan baik apalagi mencapai tujuan yang diinginkan.

2. Kerjasama /Team Work

Kerjasama sangat dibutuhkan dalam organisasi agar tujuan dari sebuah organisasi tersebut bisa terlaksana dengan baik.

Setiap anggota harus bekerjasama dalam melakukan tugas serta tanggung jawabnya. Kerjasama juga sangat dibutuhkan dalam organisasi agar hasil yang diinginkan lebih cepat terwujud.

3. Tujuan Bersama

Tujuan adalah sasaran atau target yang akan dicapai dalam sebuah pembentukan organisasi. Mulai dari  prosedur, program yang dilakukan, pola sampai hasil akhir dari sebuah program organisasi dilakukan.

Umumnya seseorang membentuk atau bergabung dalam sebuah organisasi memang karena memiliki tujuan yang sama.

4. Peralatan /Equipment

Tujuan dalam organisasi memerlukan peralatan sebagai sarana dan prasarana agar bisa dicapai. Sarana dan prasarana ini adalah berupa kelengkapan baik berupa fisik atau sumber daya manusia.

Seperti kantor, gedung organisasi, uang, material SDM dan sebagainya. Peralatan ini berfungsi sebagai operasional sehingga program organisasi bila dilakukan atau dijalankan.

5. Lingkungan  /Environment

Faktor lain yang tidak kalah penting demi tercapainya sebuah tujuan yang dibuat organisasi adalah lingkungan.

Lingkungan ini mencakup beberapa bidang seperti sosial, budaya, politik, peraturan yang berlaku, ekonomi hingga masalah anggaran.

Lingkungan organisasi yang baik akan menghantarkan pada tujuan dengan benar dan cepat, berlaku sebaliknya.

6. Sumber Daya Alam

Sumber daya alam juga tidak kalah penting sebagai salah satu unsur dalam sebuah organisasi yang dibentuk.

Kehidupan berorganisasi bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor alam yang tidak terduga seperti perubahan cuaca, kondisi tanah, iklim, flora dan fauna.

Misalnya jika sedang ada rapat namun jalanan menjadi banjir maka akan mempengaruhi kegiatan organisasi tersebut.

Pentingnya Organisasi

Pentingnya-Organisasi

Sebuah teori menyebutkan bahwa organisasi bisa diumpamakan seperti mesin sebagai penggerak yang bisa membuat Anda menjadi lebih cepat.

Dengan organisasi baik individu atau kelompok orang akan menjadi lebih cepat belajar tentang arti dari sebuah proses.

Anda bisa belajar dalam organisasi formal maupun nonformal yang ada seperti karang taruna, ibu-ibu PKK, arisan bulanan dan lainnya.

Organisasi formal dan nonformal memiliki pembelajaran jika diikuti dengan sungguh dan benar. Misalnya mengajari Anda cara menjadi seorang pemimpin yang baik, cara bersosialisasi dengan benar atau cara menyelesaikan masalah bersama-sama.

Beberapa hal bahkan hanya dapat dipelajari ketika Anda masuk dan terlibat langsung dalam satu atau dua organisasi tertentu.

Organisasi umumnya sudah terstruktur dan sistematis membentuk sebuah sistem yang berjalan berdasarkan peraturan tertentu.

Didalamnya terdapat sekelompok orang yang memiliki sifat berbeda-beda namun tetap bisa saling bahu membahu.

Hal ini karena umumnya mereka yang masuk ke dalam sebuah organisasi memiliki tujuan dan target yang ingin dicapai secara bersama.

Pengalaman dalam organisasi ini sangat penting agar Anda lebih nyaman menjalani hidup kedepan.

Salah satu pelajaran penting yang didapat dengan berorganisasi seperti cara bekerja sama dengan banyak orang yang memiliki pandangan berbeda-beda.

Nantinya dalam kehidupan sehari-hari Anda juga akan menghadapi banyak orang seperti saudara, teman, tetangga dan teman lingkungan kantor.

Ciri-ciri organisasi

Ciri-ciri-organisasi

Ciri-ciri organisasi juga tidak kalah penting untuk diketahui agar sebuah organisasi bisa berjalan dengan baik.

Anda bisa dengan mudah melihat pembagian tugas, peraturan, tujuan organisasi dan beberapa hal di dalam sebuah organisasi.

Berikut 5 ciri-ciri sebuah organisasi secara umum yang patut Anda ketahui jika berniat mendirikan sebuah organisasi baru.

1. Terdiri Dari Sekelompok Orang

Organisasi dapat terbentuk dari sekelompok orang yang memiliki tujuan atau kepentingan yang sama. Dalam satu organisasi setidaknya terdiri dari dua orang atau lebih sebagai anggota sebuah organisasi.

Organisasi yang besar bahkan bisa terdiri dari ribuan atau jutaan orang sebagai anggota baik aktif maupun anggota pasif.

2. Punya Tujuan (Visi dan Misi)

Tujuan atau visi dan misi adalah sebuah alasan sekelompok orang membentuk organisasi bersama-sama.

Tujuan bersama ini bisa dalam jangka panjang atau dalam jangka pendek dan berusaha dicapai oleh sebuah organisasi.

Anggota organisasi akan saling membantu dan bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama tersebut agar berhasil dan sesuai seperti yang telah direncanakan.

3. Kerjasama Antar Anggota

Kerjasama ini sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi agar bisa berjalan dengan baik dan menguntungkan semua anggota organisasi.

Kerjasama anggota ini dimulai dari saat penyusunan rencana hingga pelaksanaan agar mencapai tujuan.

Umumnya anggota organisasi akan dibagi-bagi tugas agar sebuah program bisa mencapai tujuan dan terlaksana dengan baik.

4. Ada Peraturan Tertulis

Sebuah organisasi juga harus memiliki aturan-aturan yang harus ditaati oleh setiap anggotanya dan biasanya tertulis.

Peraturan ini dibuat agar tetap membatasi dan mengatur sumber daya yang dimiliki organisasi sehingga bisa bersinergi dalam bekerja.

Pekerjaan yang bersinergi dan dilakukan bersama akan lebih mudah untuk mencapai sebuah tujuan dalam setu organisasi.

5. Pembagian Tanggungjawab dan Tugas Jelas

Setiap organisasi akan melakukan pembagian tugas dan tanggungjawab kepada setiap anggotanya dengan jelas.

Pembagian tugas ini biasanya didasarkan pada peraturan yang telah dibuat sebelumnya.

Organisasi juga membentuk beberapa devisi agar pembagian tugas menjadi lebih spesifik.

Hal ini sangat berguna untuk menunjuk penanggungjawab dalam tugas yang akan dilakukan.

Perilaku Organisasi

Perilaku-Organisasi

Perilaku organisasi secara singkat adalah salah satu jenis disiplin ilmu yang mempelajari sebuah organisasi.

Ilmu ini mempelajari beberapa hal seperti perilaku individu dan tingkat kelompok di dalam sebuah organisasi.

Selain itu juga mempelajari tentang dampak terhadap kinerja yang dilakukan oleh sebuah organisasi baik secara kelompok dan individual atau personal.

Studi tentang organisasi ini sudah menjadi bidang akademik khusus yang juga mempelajari organisasi dengan metode-metode tertentu.

Beberapa metode yang dimanfaatkan seperti ekonomi, sosiologi, politik antropologi, ilmu psikologi dan beberapa disiplin ilmu lain yang berkaitan. Ilmu tentang sumber daya manusia dan psikologi industri juga masih terkait dalam studi ilmu satu ini.

Telaah terhadap pribadi dan dinamika kelompok dalam sebuah organisasi serta sifatnya juga masuk dalam pembahasaan.

Hal ini kerena setiap seseorang membuat sebuah interaksi terhadap organisasi maka akan banyak faktor yang ikut terlibat.

Jadi ilmu ini berfungsi untuk memahami dan menyusun model serta faktor yang terlibat ketika sebuah interaksi terjadi dan melibatkan organisasi.

Ilmu sosial ini juga sama seperti ilmu sosial lainnya yang berusaha mengontrol, menjelaskan dan memprediksikan sebuah organisasi.

Beberapa kontroversi membahas tidak etisnya pemusatan perilaku kerja (contoh psikologi industri) yang dituduh menjadi alat bagi pihak yang berkuasa.

Namun perilaku organisasi ini sangat penting dalam perkembangan dan keberhasilan kerja suatu organisasi.

Sejarah Organisasi

Sejarah-Organisasi

Sejarah perkembangan dari organisasi sangat panjang dan tidak lepas dari teori-teori yang terkait langsung dengan organisasi.

Ada tiga teori tentang organisasi yang dikenal hingga saat ini yaitu teori klasik yang terbagi lagi menjadi tiga teori seperti teori birokrasi, administrasi dan manajemen ilmiah.

Dua teori lainnya adalah teori neoklasik dan teori organisasi modern atau saat ini.

1. Teori Klasik

Classical theory atau teori klasik atau teori tradisional ini merupakan teori yang berkembang sekitar abad 18 yang berisi tentang konsep organisasi.

Organisasi dipandang sebagai organisasi yang tersentralisasi dengan tugas yang terspesialisasi.

Selain itu juga memberikan petunjuk mekanistik structural kaku dan tanpa kreativitas. Ada tiga teori yang berkembang dalam klasik teori satu ini.

Pertama adalah Teori Birokrasi oleh Max Weber dengan ciri organisasi seperti memiliki pembagian kerja jelas dan perumusan hirarki wewenang dengan baik.

Selain itu ciri lain adalah memiliki program rasional untuk mencapai tujuan, menerapkan prosedur untuk situasi kerja dan memiliki aturan tentang hal dan kewajiban pemegang jabatan.

Terakhir hubungan antar pribadi organisasi yang inmpersonal.

Kedua adalah Teori Administrasi yang membahas tentang 14 kaidah yang mendasari teori tersebut. 14 kaidah ini adalah Pembagian kerja, Wewenang dan tanggung jawab, Disiplin, Kesatuan perintah, dan Kesatuan pengarahan.

Lalu selanjutnya Dahulukan kepentingan umum, Balas jasa, Sentralisasi, Rantai scalar, Aturan, Keadilan, Kelanggengan, Personalia, Inisiatif dan Semangat korps.

Ketiga adalah Manajemen Ilmiah tahun 1900 yaitu teori terakhir yang dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor.

Taylor menemukan empat kaidah manajemen organisasi seperti mengadakan seleksi karyawan secara ilmiah.

Selain itu juga mengganti metode dengan yang dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuan, diintergasikan dan mengembangkan semangat mental para karyawan.

2. Teori Neoklasik

Secara sederhana teori ini disebut “The Human Relation Movement” atau dalam bahasa Indonesia aliran hubungan manusiawi.

Penekanan teori ini dari aspek psikologis dan sosial para karyawan baik sebagai seorang individu atau kelompok.

Pengembangan dari teori pertama ini adalah teori neoklasik sekitar tahun 1900an melalui percobaan ahli Howthorne didasarkan tulisan Huga Munsterberg.

Tepatnya sejak tahun 1924 hingga 1932 percobaan demi percobaan dilakukan.

Hasil dari percobaan menunjukkan kegiatan kelompok yang bekerja secara kohesif bisa sangat mempengaruhi kegiatan organisasi. Untuk pembagian kerja teori satu ini berpendapat tentang perlunya beberapa hal.

Beberapa hal yang diperlukan adalah Partisipasi, perluasan kerja dan Manajemen bottom up.

3. Teori Modern

Sebutan lain untuk teori satu ini adalah analisa sistem pada organisasi yang melihat semua unsur organisasi sebagai kesatuan yang saling bergantung.

Teori yang berkembang tahun 1950 ini juga mengemukakan bahwa organisasi bukanlah sistem yang tertutup. Hal ini berkaitan dengan kestabilan lingkungan namun tetap sebagai sistem yang terbuka.

Teori ini memiliki banyak perbedaan dengan teori-teori sebelumnya seperti masalah pandangan, penekanan serta kegiatannya.

Jadi yang klasik lebih memusatkan pandangan di analisa serta deskripsi, konsep koordinasi, vertikal dan skalar.

Sedangkan modern ini lebih ke perpaduan dan peracangan untuk pemenuhan kebutuhan secara menyeluruh, dinamis dan faktor pertimbangan.

Ada tiga kegiatan proses yang selalu muncul pada sistem manusia dan perilakunya terhadap organisasi secara universal menurut teori satu ini.

Tiga kegiatan tersebut adalah Komunikasi, Konsep keseimbangan dan Proses pengambilan sebuah keputusan dalam sebuah organisasi. Teori ini juga diketahui memiliki berbagai multidisiplin ilmu dari berbagai ilmu pengetahuan yang ada.

danar Seorang yang Senang dan Giat dalam Belajar, Terutama di Dunia Pendidikan. Yang mempunyai hobi Membaca, Fotografi dan seputar Internet Marketing.

Contoh Jurnal

danar
3 min read

Contoh Biodata

danar
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *