Danar P. Seorang lulusan sarjana komputer dari salah satu universitas terbaik di yogyakarta, yang gemar berbagi melalui tulisannya, baik tentang pendidikan, ekonomi maupun teknologi.

Majas Personifikasi

3 min read

Dalam khazanah sastra Bahasa Indonesia dikenal berbagai macam gaya bahasa atau majas.

Majas ini sering digunakan untuk membuat karya sastra meliputi novel, cerpen, lagu, puisi dan pantun.

Bahkan penggunaan majas juga sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari untuk menekankan maksud dalam kalimat.

Salah satu majas yang sering digunakan adalah majas personifikasi. Untuk bisa memahami majas yang satu ini Anda bisa simak ulasan detail dari Cryptowi dibawah ini.

Pengertian Majas Personifikasi

Pengertian-Majas-Personifikasi

Jika dilihat dari segi bahasa, kata “personifikasi” merupakan istilah yang datang dari bahasa Yunani Kuno yakni Prosopopoeia. Arti kata Prosopopoeia adalah memanusiakan sesuatu.

Sehingga makna dari personifikasi adalah memanusiakan atau melekatkan nilai-nilai kemanusiaan terhadap suatu benda ataupun makhluk hidup. Untuk pengertian lengkapnya bisa disumpulkan seperti dibawah ini.


Majas personifikasi adalah majas yang memberikan sifat kemanusiaan atau insani kepada benda mati yang sejatinya tidak memiliki sifat kemanusiaan. Selain diberikan kepada benda mati, majas berjenis personifikasi juga sering diimbuhkan kepada makhluk hidup yang bukan manusia seperti tumbuhan dan hewan.


Diberikannya sifat kemanusiaan kepada hewan serta tumbuhan akan membuat makhluk hidup ini “terlihat” selayaknya manusia dengan sifat-sifatnya.

Majas ini sering ditemukan pada karya sastra meliputi novel, puisi, cerpen, pantun serta dalam percakapan yang bermaksud untuk menekankan suatu kalimat.

Majas berjenis personifikasi tergolong ke dalam jenis majas perbandingan yang digunakan untuk menyandingkan serta membandingkan sebuah objek beserta objek lainnya.

Diberikannya majas berjenis personifikasi kepada suatu benda bertujuan untuk membuat maksud yang ingin disampaikan kepada para pembaca atau pendengar lebih dapat dipahami.


Simak Juga: Majas Simile


Ciri-Ciri Majas Personifikasi

Ciri-Ciri-Majas-Personifikasi

Setiap majas atau gaya bahasa dalam khazanah sastra Bahasa Indonesia memiliki karakteristik yang membedakannya dengan jenis majas lainnya.

Ada 3 setidaknya karakteristik utama dalam sebuah majas berjenis personifikasi yang membedakannya dengan majas lainnya, diantar lain adalah:

➤  Penggunaan pilihan kata yang biasanya dilekatkan pada manusia kepada benda selain manusia seperti hewan, tumbuhan atau benda mati untuk membuat suasana kemanusiaan terhadap benda tersebut

➤  Penggunaan gaya bahasa personifikasi ditujukan untuk dapat menggambarkan suatu kondisi dengan citra yang lebih konkret atau nyata ketimbang gambaran biasa

➤  Penggunaan lain dari gaya bahasa personifikasi adalah sebagai pembanding antara makhluk hidup selain manusia serta benda mati agar tampak seolah benda mati dan makhluk hidup ini memiliki perilaku seperti manusia.


Simak Juga: Majas Metafora


Contoh Majas Personifikasi dan Artinya

Contoh-Majas-Personifikasi-dan-Artinya

Untuk memudahkan Anda sebagai pembaca dalam memahami gaya bahasa personifikasi ini, Anda dapat melihat dari beberapa contoh berikut supaya bisa memahami dan maksud penggunaannya.

➤  Hari yang baru telah tiba dan pelangi di atas langit telah muncul tersenyum padaku (Arti: Seseorang yang terus berpikir optimis dalam menjalani hari yang baru)


➤  Saat berjalan di pertokoan pusat kota, aku melihat beragam baju berjejer terus menggodaku untuk menghampirinya. (Arti: Seseorang mengungkapkan keinginannya yang sangat besar untuk memiliki baju-baju baru yang dipampang di etalase toko)


➤  Suasana saat ini gelap dan sepi mencekam. Hanya ada tubuhku saja yang diam sendiri dipeluk oleh gelapnya malam. (Arti: Seseorang mengungkapkan perasaannya yang begitu sedih dan merasa seolah tidak ada orang lain lagi yang memahami atau menemani dirinya. Selain itu, makna gaya bahasa ini juga bisa berarti bahwa orang tersebut sendirian di malam hari tanpa ada suara sedikitpun di sekitarnya).


➤  Waktu berjalan sangat cepat hingga aku merasa tak sanggup lagi untuk sekedar menghirup udara dan mengeluarkannya dari saluran pernapasan. (Arti: waktu yang berjalan cepat bisa berarti waktu yang cepat berlalu. Majas ini biasa digunakan oleh seseorang yang seolah telah kehabisan waktu karena sedang dikejar oleh tugas penting atau karena kondisi tertentu.)


➤  Tadi pagi aku terbangun saat kulihat cahaya matahari mengintip di balik jendela kamar sehingga aku harus bangun. (Arti: Cahaya matahari yang mengintip dari balik jendela kamar menunjukkan waktu menjelang pagi hari atau sekitar pukul 5 pagi hingga setengah 6 pagi waktu Indonesia saat matahari mulai tampak di ufuk)


➤  Telah lebih dari tiga jam petugas pemadam kebakaran bekerja bertarung melawan api yang berkobar di sekitar lokasi kebakaran (Arti: Di dalam gaya bahasa ini digambarkan seolah pemadam kebakaran harus “bertarung” melawan api yang sejatinya adalah benda mati. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kebakaran tersebut sangat hebat hingga pemadam kebakaran harus bekerja keras).


➤  Ayah bekerja keras sepanjang malam di jalanan hanya ditemani oleh bulan serta bintang di langit (Arti: Bulan dan bintang sejatinya adalah benda mati yang tidak memiliki perilaku “menemani”. Disandingkannya kata menemani pada benda mati seperti bulan serta bintang menunjukkan bahwa sang ayah bekerja sepanjang malam sendirian tanpa orang lain kecuali bulan serta bintang di langit).


➤  Salah satu wilayah di Sukabumi, Jawa Barat sedang ditimpa oleh bencana air bah yang menyapu ratusan rumah yang dilewatinya (Arti: Sifat “menyapu” adalah perilaku yang dimiliki oleh manusia yakni perilaku membersihkan suatu tempat menggunakan alat bernama sapu. Namun pada kalimat ini kata menyapu digunakan untuk menggambarkan betapa air banjir menghancurkan setiap rumah yang dilewati).


➤  Aku melihat seorang wanita berdiri seorang diri di tepi pantai ditemani oleh angin malam yang menggoda rambut serta wajahnya (Arti: Kata “menggoda” sebenarnya dinisbatkan pada perilaku manusia. Namun kata menggoda pada kalimat tersebut digunakan untuk menggambarkan angin malam yang terus berhembus mengenai rambut serta wajah sang wanita).


Simak Juga: Majas Hiperbola


Dilihat dari beberapa penggunaan majas personifikasi di atas bisa dikatakan bahwa penggunaan gaya bahasa ini tidak terbatas pada karya sastra saja. Gaya bahasa personifikasi juga sering digunakan pada percakapan umum sehari – hari baik itu secara tidak disadari ataupun disadari.


Baca juga artikel dari: Farmbos


Danar P. Seorang lulusan sarjana komputer dari salah satu universitas terbaik di yogyakarta, yang gemar berbagi melalui tulisannya, baik tentang pendidikan, ekonomi maupun teknologi.

One Reply to “Majas Personifikasi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *