Riski M.pd Seorang lulusan magister pendidikan dari salah satu universitas negeri terbaik di yogyakarta, yang gemar berbagi melalui tulisannya, baik tentang pendidikan, ekonomi maupun teknologi.

Majas Anafora

2 min read

Berikut ini merupakan penjelasan dari majas anafora ✅ baik dari pengertian ✅ ciri-ciri hingga contoh lengkapnya ✅.


Majas sering kali digunakan dalam suatu karya sastra ataupun tulisan biasa dengan maksud untuk memberikan kesan indah dan unik terhadap tulisan tersebut.

Salah satu jenis majas yang digunakan dalam tata bahasa sastra nusantara adalah majas anafora.

Untuk lebih jelasnya Anda bisa simak ulasan dari Cryptowi dibawah ini.

Pengertian Majas Anafora

Pengertian-Majas-Anafora

Istilah anafora berasal dari akar bahasa Yunani Kuno yakni anaphore yang memiliki makna pengulangan pada sebuah tempat.

Penggunaan majas berjenis anafora dapat menciptakan kesan imajinatif dalam tulisan.

Majas ini tergolong ke dalam jenis majas repetisi atau pengulangan yang bertujuan untuk memperkuat suatu maksud dalam kalimat.

Majas berjenis anafora berisi pengulangan baik itu hanya kata atau frasa dalam sebuah kalimat. Pengulangan kata dan juga frasa bisa Anda tempatkan di awal permulaan kalimat, selanjutnya direpetisi kembali pada pertengahan kalimat dan juga pada penghujung kalimat.

Pengulangan dalam gaya bahasa anafora bisa dilakukan dengan memisahkan antar kalimat menggunakan tanda koma.


Para ahli sastra Bahasa Indonesia menjelaskan makna dari gaya bahasa anafora seperti Ratna yang menjelaskan bahwa gaya bahasa anafora adalah gaya bahasa yang terdiri dari kelompok kata ataupun suatu kata yang diulang pada beberapa baris. Tujuan dibuatnya kalimat dengan gaya bahasa anafora adalah untuk menegaskan maksud dari ucapan tersebut kepada orang lain.


Simak Juga: Majas Hiperbola


Ciri-Ciri Majas Anafora

Ciri-Ciri-Majas-Anafora

Untuk memudahkan Anda dalam memahami gaya bahasa anafora, Anda dapat memahaminya berdasarkan karakteristik atau ciri-ciri majas tersebut.

Ciri khas dari gaya bahasa anafora adalah:

→  Ciri utama dari gaya bahasa anafora adalah ditemukannya pengulangan yang diambil dari setiap kata pertama yang ada pada awal baris kalimat dan selanjutnya ditulis kembali dengan dipisahkan tanda koma yang ada pada anak kalimat selanjutnya.

→  Tujuan diterapkannya gaya bahasa anafora pada suatu kalimat adalah untuk menekankan makna kalimat tersebut atau menegaskan isi kalimat

→  Penerapan majas berjenis anafora dapat ditemukan paling umum pada puisi.


Simak Juga: Majas Metonimia


Contoh Majas Anafora

Contoh-Majas-Anafora

Keberadaan pengulangan kata pada majas berjenis anafora sebenarnya sangat mudah ditemukan.

Berikut adalah beberapa contoh umum penerapan majas berjenis anafora dalam suatu kalimat:

→  Apa lagi yang kau inginkan agar kau dapat percaya pada perkataanku, apa lagi yang kau mau supaya kau bisa percaya pada apa yang kuberikan, apa lagi yang harus kulakukan supaya kau mau menerima rasa cintaku? (Pengulangan kata dalam majas berjenis anafora tersebut adalah “apa lagi yang”)


→  Walaupun darah ini terus tertumpah mewarnai tanah di bawah ragaku, walaupun darah dalam tubuhku semakin habis tidak tersisa, aku tidak akan pernah menyerah hingga tubuhku benar-benar tidak lagi bernyawa. (Pengulangan frasa pada kalimat di atas adalah “walaupun darah”)


→  Pendidikan merupakan jendela untuk menuju dan memahami dunia, pendidikan merupakan jalan untuk meraih kesuksesan, pendidikan merupakan hak bagi seluruh tumpah darah Indonesia. (Pengulangan pada kalimat tersebut adalah “pendidikan merupakan”)


→  Semenjak kau pergi dari hidupku aku serasa sulit bernapas, semenjak kau menjauh dariku aku pun merasa hampa, semenjak kau tak mau melihatku lagi aku merasa terbuang. (Repetisi pada kalimat ini adalah “semenjak kau”)


→  Kemilaunya dunia tidak akan menghancurkan kepercayaanku, kemilaunya dunia tidak akan membuatku berubah, kemilaunya dunia kuyakini adalah kebohongan dan ilusi semata.


→  Bersedekahlah engkau niscaya engkau tidak akan merana, bersedekahlah engkau niscaya engkau akan bahagia, bersedekahlah engkau niscaya engkau akan meraih kebaikan dunia dan akhirat.


→  Jadilah seseorang yang peduli agar engkau dihargai, jadilah seseorang yang ramah agar orang lain mengingat engkau, jadilah seseorang yang penuh kasih agar orang-orang mencintaimu juga.


→  Teruslah berdoa dan yakin kepada Tuhan supaya hidupmu tenang, teruslah berdoa dan berusaha untuk meraih cita-cita yang engkau dambakan, teruslah berdoa dan berpikir positif supaya engkau pantang menyerah.


→  Kemana lagi engkau akan pergi lari dariku, kemana lagi mereka akan membawamu, kemana lagi aku harus lari mencari keberadaanmu.


→  Di balik suatu kata akan tersimpan suatu makna, di balik suatu makna selalu ada suatu maksud yang tersimpan, di balik suatu maksud akan ada tujuan yang tersimpan rapat.


→  Cinta darimu akan selalu kuingat, cinta darimu tidak akan pernah hilang dari hatiku, hanya cinta darimu saja yang kuinginkan sepanjang usiaku.


→  Mengapa wajahmu selalu hadir dalam setiap mimpi – mimpiku, mengapa wajahmu selalu menghantuiku dimanapun aku berada, mengapa wajahmu selalu kurindu dan kudamba?


→  Walaupun bumi di bawahku tidak mengizinkanku, walaupun mereka terus mencemoohku, walaupun aku hanya sendiri berdiri di bawah langit ini, aku akan terus maju dan pantang menyerah.


→  Rasa hampa ini terus bersemayam di dalam diriku, rasa hampa ini hadir semenjak kau menjauh dari cintaku, rasa hampa ini terasa seolah membunuhku secara perlahan.


→  Ucapan merupakan cerminan dari pikiran, ucapan merupakan gambaran dari isi hati, ucapan merupakan penanda dari isi jiwa, serta dari ucapan pulalah kita memahami tinggi dan rendahnya posisi dari seseorang dari cara bicaranya.


→  Kasih sayang seorang ibu sepanjang waktu, kasih sayang seorang ibu sampai akhir hayatnya, kasih sayang seorang ibu tidak dapat diukur menggunakan apapun di dunia ini.


→  Belajarlah atau engkau akan merasakan rasa perihnya kebodohan, belajarlah atau engkau akan diam di tempatmu, belajarlah atau engkau akan mati meski tubuh masih bergerak.


Simak Juga: Majas Personifikasi


Penerapan majas anafora dalam suatu kalimat memiliki fungsi untuk menegaskan maksud dari kalimat tersebut serta untuk memberi kesan indah di dalamnya. Majas ini kerap digunakan pada tulisan sastra puisi hingga tulisan cerpen dan novel.


Riski M.pd Seorang lulusan magister pendidikan dari salah satu universitas negeri terbaik di yogyakarta, yang gemar berbagi melalui tulisannya, baik tentang pendidikan, ekonomi maupun teknologi.

Majas Paradoks

Riski M.pd
3 min read

Contoh Cerpen

Riski M.pd
9 min read

Contoh Artikel

Riski M.pd
8 min read

Contoh Slogan

Riski M.pd
3 min read

Contoh Teks Eksposisi

Riski M.pd
7 min read

Pengertian Akomodasi

Riski M.pd
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *