Danar Seorang yang Senang dan Giat dalam Belajar ❤ Terutama di Dunia Pendidikan ❤ Yang Mempunyai Hobi Membaca dan Suka Berbagi ❤.

Kerajaan Mataram Kuno

4 min read

Kerajaan Mataram Kuno adalah sebuah kerajaan yang berdiri di wilayah Yogyakarta, tempatnya dikelilingi oleh gunung-gunung yang cukup banyak.

Seperti kerajaan Nusantara pada umumnya, agama yang dianut Mataram Kuno yaitu Hindu Syiwa, untuk lebih jelasnya simak penjelasan lengkap dari Cryptowi berikut ini.

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Peninggalan-Kerajaan-Mataram-Kuno

Mataram Kuno menjadi salah satu kerajaan terbesar di Nusantara, yang tentunya memiliki banyak sekali peninggalan bersejarah, sebagai bukti bahwa kerajaan tersebut pernah ada.

Berikut beberapa peninggalannya.

1. Prasasti Canggal

Sebuah prasasti dengan ukiran angka 654 Saka atau 732 M, bertuliskan huruf Pallawa dan Sansakerta, ditemukan di Magelang Jawa Tengah.

2. Prasasti Kelurak

Prasasti yang bercerita mengenai sebuah bangunan suci ini bertuliskan angka 782 M, ditemukan di Desa Kelurak Percandian Prambanan, Jawa Tengah.

3. Prasasti Mantyasih

Prasasti yang berisikan mengenai silsilah kerajaan Mataram sebelum Raja Balitung ini, ditemukan di perkampungan Mateseh Jawa Tengah.

4. Prasasti Sojomerto

Prasasti peninggalan bangsa Syailendra ini tidak memuat tahun di dalamnya, bertuliskan aksara Kawi dan bahasa Melayu Kuno,  ditemukan di Kabupaten Batang Jawa Tengah.

5. Prasasti Tri Tepusan

Berisikan mengenai pemberian tanah Sri Kaluhun kepada Desa Tri Tepusan prasasti ini menyebutkan abad 842 M, duplikat prasasti ini juga sudah ada di museum candi Borobudur.

6. Prasasti Wanua Tengah III

Prasasti ini memuat nama-nama raja Mataram secara lengkap sebelum masa Raja Rake Watukara, ditemukan di Desa Gandula Kota Tamanggung pada tahun 1983.

7. Prasasti Rukun

Prasasti ini menuliskan angka abad 907 Masehi atau 829 Saka, ditemukan di Jawa Tengah tahun 1975, prasasti ini menggunakan bahasa Jawa Kuno.

8. Prasasti Plumpungan

Prasasti ini memuat tulisan angka abad 750 M yang diketahui sebagai berdirinya kota Salatiga, ditemukan di Desa Hampra kota Salatiga.

9. Prasasti Siwargrha

Prasasti ini memuat angka abad 778 Saka atau 856 M, berisikan mengenai keterangan candi yang diberikan kepada dewa Siwa, prasasti ini berbahasakan Sansekerta.

10. Prasasti Gondosuli

Prasasti ini beraksara Kawi dan bahasa Melayu Kuno, bertuliskan angka abad 792 Masehi, ditemukan di Tamanggung, Jawa Tengah.

11. Prasasti Kayuwumwungan

Prasasti ini disebut juga Karang tengah Prasasti Kayumwungan dengan bertuliskan bahasa Sansekerta, ditemukan di Tamanggung, Jawa tengah.

12. Prasasti Ngadoman

Prasasti ini dipercaya merupakan perantara antara aksara Budha dan aksara Jawa Kuno, ditemukan di kota Salatiga, Jawa Tengah.

13. Prasasti Kalasan

Prasasti ini memiliki tulisan abad 700 Saka atau 778 Masehi, ditemukan di Sleman, Yogyakarta, prasasti ini merupakan peninggalan bangsa Sanjaya.


Baca juga: √ Sejarah Kerajaan Demak


Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

Sejarah-Kerajaan-Mataram-Kuno

Kerajaan Mataram Kuno berada di Yogyakarta, kerajaan ini dikelilingi dengan pegunungan, sehingga tanahnya sangat subur.

Lokasi asli kerajaan ini terkadang berpindah-pindah akibat bencana. Agama yang dianut oleh masyarakatnya, yaitu Hindu Siwa yang selanjutnya berganti menjadi Budha Mahayana.

Kerajaan ini tercatat telah menaklukan tiga dinasti, dengan menggunakan sistem pemerintahan dari kerajaan Majapahit, sekaligus meneruskan tahta dari kerajaan Kalingga.

Dinasti yang sempat ditaklukannya yaitu Wangsa Syailendra, Wangsa Isana dan Wangsa Sanjaya.

Letak Kerajaan Mataram Kuno

Letak-Kerajaan-Mataram-Kuno

Lokasi kerajaan ini dikelilingi oleh banyak pegunungan, gunung-gunung dan banyak dialiri oleh sungai-sungai, sehingga sangat terkenal akan kesuburan tanahnya.

Tepatnya terletak di Jawa Tengah, dan pusatnya yang memiliki sebutan Bumi Mataram.


Baca juga: √ Sejarah Kerajaan Kutai


Pendiri Kerajaan Mataram Kuno

Pendiri-Kerajaan-Mataram-Kuno

Pendiri dari kerajaan ini yaitu Sanjaya, yang sekaligus pendiri dari Wangsa Sanjaya beragama kan Hindu.

Setelah Sanjaya wafat, posisinya diisi oleh Rakai Panangkaran yang selanjutnya agamanya berpindah menjadi Budha Mahayana.

Peta Kerajaan Mataram Kuno

Peta-Kerajaan-Mataram-Kuno

Letak kerajaan ini berada di Jawa Tengah, pusatnya memiliki sebutan Bumi Mataram.

Kerajaan ini dikelilingi dengan berbagi gunung seperti Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Sumbing, Gunung Lawu dan lainnya. Serta dialiri oleh banyak sungai.

Silsilah Kerajaan Mataram Kuno

Silsilah-Kerajaan-Mataram-Kuno

Berikut merupakan daftar raja-raja yang sempat mendapat tampuk kekuasaan dalam memerintah kerajaan Medang.

1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya

Ratu ini merupakan penguasa, yang pertama memerintah selama kurang lebih 29 tahun dari 717 Masehi sampai 746 Masehi. Ketika ia berkuasa tercatat sudah hadir raja lain, yang berkuasa di Pulau Jawa yaitu Sana yang merupakan saudara dari sang ibunda Ratu.

2. Sri Maharaja Rakai Panangkaran Dyah Pancapana

Raja kedua ini berkuasa pada abad 770 Masehi. Pada masanya tercatat, bahwa beliau sudah mampu membangung sebuah candi yang dikenal dengan nama Candi Kalasan. Serta Raja Rakai ini masih memiliki kekerabatan dengan Ratu Sanjaya.

3. Dharanindra atau Indra

Raja ini merupakan Wangsa Sailendra, beliau berkuasa atas kerajaan Medang sekaligus kerajaan Sriwijaya. Beliau berkuasa pada abad ke 782 M.

Tercatat dalam prasasti dari semenanjung Malaya, hingga daratan indocina telah berhasil ditaklukan.

Hingga beliau diberi julukan sebagai penumpas musuh-musuh atau Wairiwarawiramardana.

4. Sri Maharaja Rakai Warak

Raja ini memiliki nama asli Samaragrawira, ia merupakan penguasa keempat dari kerajaan Medang sekaligus menguasai kerajaan Sriwijaya.

Kekuasaan dimulai pada abad 802 Masehi, raja ini juga merupakan putra dari raja sebelumnya yang memiliki julukan penumpas musuh yang perwira.

5. Rakai Garung

Raja ini merupakan penguasa kelima, yang memegang tampuk kekuasaan di kerajaan Medang. Ia merupakan wangsa Sanjaya, dan berkuasa antara abad 828-847 Masehi.

Tercatat dalam prasasti beliau bersama, dengan Partapan Pu Palar melakukan upacara Sima.

6. Sri Maharaja Rakai Pikatan Mpu Manuku

Merupakan raja ke-6 yang berkuasa sekitar abad 840-an Masehi hingga 856 Masehi.

Tercatat dalam prasasti, bahwa beliau berhasil membuat bangunan suci Siwagraha atau yang kini dikenal sebagai candi Siwa.

Sang raja juga mendapat gelar Jatiningrat pada abad 856, yang kemudian kekuasaanya diwariskan kepada anak bungsunya Dyah Lokapala.

7. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi

Ialah putera terakhir Raja keenam, mulai memimpin sejak 856 M sampai 880-an M.

Beliau dilahirkan dari Raja Rakai Pikatan dan Permaisuri Pramodawardhani. Tidak diketahui bagaimana pastinya turunnya takhta kepada beliau.

8. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang 

Raja kedelapan ini, memulai pemerintahaanya di kerajaan Medang periode Jawa Tengah pada abad 890-an Masehi.

Tidak terdapat prasasti yang mencantumkan namanya, ia merupakan menantu dari Rakai Pikatan dan merupakan saudara tiri dari raja ketujuh.

9. Sri Maharaja Rakai Watukura

Berkuasa di Jawa Tengah, sejak abad 899-911 M. Pada masa ini kerajaan berada di Poh Pitu atau yang disebut dengan Yawapura.

Wilayah kerajaannya meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur hingga daerah Bali.

10. Mpu Daksa 

Raja kesepuluh ini mulai berkuasa sekitar 913 Masehi sampai 919 Masehi. Beliau merupakan saudara ipar dari raja kesembilan, hal tersebut tercatat dalam beberapa prasasti.

Hubungan kekerabatannya sering disandingkan dengan nama istri dari Dyah Balitung dalam prasasti.

11. Sri Maharaja Rakai Layang

Memimpin sejak abad 919-924 M. Ratu kesebelas ini merupakan putri dari raja kesepuluh.

Berakhirnya kekuasaan nya disebabkan karena adanya kudeta dari Dyah Wawa yang dibantu oleh Mpu Sindok, hal tersebut tercatat dalam prasasti.

12. Sri Maharaja Rakai Sumba

Beliau adalah putera Rakai Kayuwangi, dan juga sepupu Dyah Bhumiyaja.

Raja kedua belas ini mulai berkuasa pada abad 924-929 Masehi.

Prasasti yang mencatatnya sebagai orang yang melakukan kudeta, yaitu prasasti Sangguran.

13. Mpu Sindok 

Raja ke-13 ini merupakan raja pertama dalam periode Jawa Timur, ia memulai kekuasaannya pada abad 929 Masehi hingga 947 Masehi.

14. Sri Isyana Tunggawijaya 

Ratu keempat belas ini memulai kekuasaan sekitar abad 947 Masehi. Ia berkuasa bersama dengan suaminya Sri Lokapala.

Namanya dijadikan sebagai nama dari dinasti yang baru yaitu wangsa Isana oleh sang ayah, yang berlokasi di Jawa Timur.

15. Sri Makutawangsawardhana 

Raja kelima belas ini mulai berkuasa sebelum abad 990 Masehi. Beliau merupakan putra dari Ratu keempat belas.

Masa kerajaan yang dikuasainya tidak diketahui berapa lama pastinya. Ia memiliki seorang putri yaitu Mahendradatta.

16. Sri Maharaja Isana Dharmawangsa Teguh Anantawikramottunggadewa 

Menjadi raja terakhir, yang berkuasa sejak abad 991 M hingga 1016 M.

Tercatat dalam sejarah bahwa ketika ia menikahkan puterinya dengan Airlangga, terjadi serangan mendadak dari Kerajaan Lwaram atas bantuan kerajaan Sriwijaya hingga kerajaan menjadi runtuh dan lahir kerajaan baru dengan Airlangga sebagai rajanya.

Simak Juga: Batas Wilayah Indonesia

Kerajaan mataram kuno berdiri pada abad ke 7 Masehi hingga abad ke 10 Masehi. Kerajaan ini sempat dipimpin oleh 16 raja dan ratu yang memiliki kekuasaan dalam periode Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sejarah kerajaan ini tercatat dalam 14 buah prasasti kuno.


Baca juga artikel dari: Farmbos


Danar Seorang yang Senang dan Giat dalam Belajar ❤ Terutama di Dunia Pendidikan ❤ Yang Mempunyai Hobi Membaca dan Suka Berbagi ❤.

Sejarah Pancasila

Danar
2 min read

Kerajaan Demak

Danar
3 min read

Kerajaan Kutai

Danar
3 min read

Sejarah Bahasa Indonesia

Danar
2 min read

Sunan Kudus

Danar
2 min read

Sunan Gresik

Danar
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *