Riski M.pd Seorang lulusan magister pendidikan dari salah satu universitas negeri terbaik di yogyakarta, yang gemar berbagi melalui tulisannya, baik tentang pendidikan, ekonomi maupun teknologi.

Jurusan Arsitektur

3 min read

Pada umumnya, kata arsitektur berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti ilmu bangunan. Oleh karena itu jurusan Arsitektur dapat diartikan sebagai suatu seni yang dilakukan oleh setiap individu.

Individu tersebut nantinya akan mengimajinasikan diri terkait dengan ilmu yang dimiliki. Ilmu ini digunakan untuk merancang sebuah bangunan.

Apa itu Jurusan Arsitektur?

Apa-itu-Jurusan-Arsitektur

Adapun arti lain terkait dengan pengertian jurusan ini adalah mencakup tentang merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan.

Lingkungan binaan yang dimaksud seperti lingkungan mulai dari level makro dan level mikro.

Adapun yang termasuk level makro adalah perencanaan kota, arsitektur lanskap, dan lain sebagainya.

Berbeda dengan hal yang termasuk level mikro adalah desain produk, bangunan, dan juga desain interior. Melihat dari kedua level tersebut sudah bisa ditebak bahwasanya jurusan Arsitektur identik dengan hasil dari proses perancangan.

Mata Kuliah (Pelajaran) Jurusan Arsitektur

Mata-Kuliah-(Pelajaran)-Jurusan-Arsitektur

Untuk setiap jurusan yang ada di perguruan tinggi tentu memiliki mata kuliah yang harus dipelajari oleh mahasiswa.

Dengan tujuan agar ilmu yang didapatkan bisa dijadikan sebagai bekal untuk diterapkan di lapangan.

1. Matematika Arsitektur

Mata kuliah yang pertama adalah mata kuliah matematika arsitektur. Dimana mata kuliah ini akan mempelajari mengenai materi matematika yang akan dikombinasikan dengan materi arsitektur.

Adapun materi dari matematika hanya materi umum saja seperti geometri, trigonometri, kalkulus, dan lain sebagainya.

2. Teknik Komunikasi Arsitektur

Ada juga mata kuliah teknik komunikasi arsitektur. Mata kuliah yang satu ini akan mempelajari bagaimana cara berkomunikasi yang baik termasuk berkomunikasi tentang visi yang dimiliki.

Visi yang akan dikomunikasikan seperti tampilan bangunan, bentuk bangunan, dan lain sebagainya. Selain itu, visi ini nantinya akan dipaparkan kepada klien.

3. Tata Ruang

Pengertian tata ruang pada umumnya adalah sebuah wujud struktur ruang dan juga pola yang akan digunakan dalam pemanfaatan ruang.

Oleh karena itu, mahasiswa nantinya akan mempelajari tentang bagaimana membuat struktur ruang yang baik. Dengan tujuan agar perancangan suatu bangunan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

4. Arsitektur Etnik

Mata kuliah selanjutnya adalah mata kuliah arsitektur etnik atau biasa disebut juga dengan arsitektur lokal.

Dengan kata lain bahwa pada mata kuliah arsitektur etnik, mahasiswa akan mempelajari bentuk dan ragam arsitektur. Pembentukan tersebut dibentuk dari ketersediaan bahan material dan cuaca atau kondisi alam.

5. Hukum Lingkungan

Hukum lingkungan merupakan mata kuliah yang akan membahas tentang peraturan terkait dengan lingkungan.

Lingkungan ini mencakup dengan semua benda dan kondisi yang ada. Hal tersebut termasuk manusia dan juga tingkah laku yang terdapat di dalam ruang dan memiliki pengaruh terhadap kelangsungan hidup.

6. Psikologi Arsitektur

Pada mata kuliah psikologi arsitektur nantinya akan mempelajari tentang hubungan antara binaan dan juga perilaku manusia. Dengan alasan karena kedua hal tersebut memiliki hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Contoh kecilnya, jika rasa nyaman seseorang dapat dipenuhi maka orang tersebut akan memberikan respon positif terhadap desain yang dirancang.

7. Teknologi Bahan

Teknologi bahan dapat diartikan sebagai mata kuliah yang akan memberikan pembelajaran tentang kualitas.

Bukan hanya itu saja, memberikan pula pembelajaran tentang sifat fisik, kimia, dan mekanik terhadap suatu bahan bangunan. Ada juga pembelajaran terkait dengan perencanaan adukan beton sesuai keinginan.

Prospek Kerja dari Jurusan Arsitektur

Prospek-Kerja-dari-Jurusan-Arsitektur

Prospek kerja dapat diartikan sebagai pekerjaan yang nantinya akan dijadikan profesi pada saat lulus kuliah.

1. Arsitek

Prospek kerja yang pertama adalah menjadi seorang arsitek yang sangat dibutuhkan dalam mengerjakan proyek bangunan. Saat menjadi seorang arsitek, ada beberapa tugas yang harus dilaksanakan.

Tugas tersebut antara lain mendesain bangunan. Bangunan yang akan didesain seperti rumah, pabrik, perkantoran, dan properti lainnya.

Ada juga tugas lainnya yaitu dapat mendiskusikan terkait dengan ide, persyaratan, tujuan, dan dana dari proyek.

Seorang arsitek harus mampu dalam membantu klien memilih lokasi yang akan dibangun nantinya. Tugas berikutnya adalah mampu menilai dampak dari proyek yang akan digarap di lingkungan sekitar.

Contoh sederhana dari hasil atau karya seorang arsitek adalah bangunan-bangunan  pencakar langit di perkotaan yang terlihat begitu megah.

2. Manajer Konstruksi

Lulusan juga bisa menjadi seorang manajer konstruksi yang memiliki tugas tertentu. Antara lain berunding dengan personil pengawasan, kontraktor, dan lain sebagainya untuk membahas masalah dalam proyek.

Tugas berikutnya adalah mengkoordinasi pekerjaan proyek dari seorang konstruksi sehingga bisa selesai tepat waktu.

Dapat pula menyiapkan dan mengumpulkan perkiraan budget. Bukan hanya itu saja, ada pun laporan kemajuan yang harus dilaporkan setiap membuat perencanaan pembangunan.

Selanjutnya adalah memeriksa proyek dan juga memastikan kesesuaian dengan kode bangunan, regulasi lingkungan, dan lain sebagainya.

3. Desainer Interior

Ya, sesuai dengan namanya desainer interior akan memiliki peran membuat isi dalam bangunan menjadi lebih ciamik, sehat, memiliki karakter, dan konsep yang matang. Misalnya yang biasa kita lihat di website desain rumah, misalnya dekadeko, archify, atau bahkan instagram.

Tugas awal dari seorang desainer interior adalah berunding dengan para klien untuk menentukan berbagai faktor. Dengan tujuan agar tidak mempengaruhi perencanaan lingkungan interior. Contoh dari perencanaan lingkungan interior seperti anggaran.

Adapun tugas yang lain, seorang desainer interior akan memberikan saran kepada klien terkait dengan faktor dari desain.

Kemudian, melakukan koordinasi dengan beberapa ahli yang memang terlibat dalam proyek terkait. Selain itu, harus dapat mengulas dan mendetailkan gambar rancangan.

4. Pengawas dan Penyelidik Properti Pemerintah

Jangan khawatir jika ingin bekerja di bidang pemerintahan namun memiliki latar belakang pendidikan jurusan Arsitektur. Dimana lulusan memiliki peluang yang besar dengan bekerja sebagai seorang pengawas dan penyelidik properti pemerintahan.

Terkait dengan tugas yang akan dijalankan oleh lulusan seperti menyiapkan korespondensi, investigasi, dan lain sebagainya.

Bukan hanya itu saja, seseorang yang bekerja dalam profesi ini memiliki tugas dalam memeriksa catatan dan berbagai dokumen yang lain.

Dengan tujuan untuk membangun mendeteksi perbedaan. Tugas selanjutnya adalah memantau terkait penyelidikan dugaan pelanggar. Agar dapat memastikan pelanggar akan diadili sesuai dengan ketentuan.

Nah, paparan tersebut tentunya sudah sangat jelas tentang informasi jurusan Arsitektur.

Oleh karena itu, calon mahasiswa baru yang akan mengambil jurusan ini sudah mendapatkan informasi. Maka dari itu, calon mahasiswa tidak bingung terkait dengan mata kuliah yang akan dipelajari nantinya jika masuk jurusan tersebut.


Riski M.pd Seorang lulusan magister pendidikan dari salah satu universitas negeri terbaik di yogyakarta, yang gemar berbagi melalui tulisannya, baik tentang pendidikan, ekonomi maupun teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *