danar Seorang yang Senang dan Giat dalam Belajar, Terutama di Dunia Pendidikan. Yang mempunyai hobi Membaca, Fotografi dan seputar Internet Marketing.

Jenis Penelitian

6 min read

Jenis-Penelitian

Ada berbagai jenis penelitian berbeda yang diklasifikasikan tergantung pada tujuannya, kedalaman penelitian, data yang dianalisis, waktu yang diperlukan untuk mempelajari fenomena tersebut, dan faktor-faktor lainnya.

Penelitian merupakan seperangkat metode yang diterapkan untuk mengetahui masalah secara mendalam dan menghasilkan pengetahuan baru di bidang di mana ia diterapkan.

Karena sebuah penelitian membutuhkan pengujian dengan parameter dan data yang dapat diandalkan, secara berkelanjutan dari waktu ke waktu, dan dengan tujuan yang jelas. Supaya lebih paham silahkan simak ulasan dari Cryptowi berikut ini.

Jenis Jenis Penelitian Yang Harus Anda Ketahui

1. Penelitian Pendidikan

Penelitian pendidikan didefinisikan sebagai upaya sistematis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang proses pendidikan suatu negara atau wilatah.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan atau mengembangkan pengetahuan baru tentang sistem belajar mengajar untuk meningkatkan praktik pendidikan. Jenis penelitian pendidikan secara umum ada 3, yaitu:

  • Deskriptif

Penelitian deskriptif didefinisikan sebagai metode penelitian yang menggambarkan karakteristik populasi atau fenomena yang sedang diteliti. Metodologi ini lebih berfokus pada “apa” subjek penelitian daripada “mengapa” subjek penelitian.

Misalnya, seorang guru yang mengamati seorang siswa yang tidak berprestasi di kelasnya dan mencatat pola-pola hariannya. Guru kedua mewawancarai murid-murid di kelasnya untuk mengetahui minat mereka. Sedangkan guru ketiga dapat mensurvei kelasnya untuk mengetahui bakat dari murid-muridnya.

  • Korelasional

Sebuah studi korelasional adalah metode penelitian yang mengidentifikasi hubungan antara dua hal atau lebih. Sebagai contoh, guru mengamati seorang siswa di dalam kelasnya yang selalu tidur saat mata pelajarannya, dari awal hingga akhir pelajaran. Guru tersebut juga mengamati apakah saat mata pelajaran lain murid tersebut melakukan hal yang sama, dengan waktu tidur yang sama, dll.

Sedangkan guru lain mungkin menemukan bahwa anggota kelasnya yang mengambil pelajaran musik ternyata cenderung lebih baik dalam pelajran Matematika. Selain pengamatan, data juga dapat dikumpulkan melalui pengujian, yaitu berupa kumpulan skor dalam tes tulis, tes psikologis, atau kuesioner.

  • Eksperimental

Studi eksperimental berusaha untuk menunjukkan hubungan sebab akibat antara dua hal atau lebih. Studi ini melibatkan kelompok orang yang dipilih secara acak. Misalnya, studi eksperimental yang membandingkan sekelompok siswa yang diberi dorongan positif dengan kelompok siswa yang diberi kritik negatif dan kelompok siswa tidak diberi dorongan.

Setelah ini dilakukan, data akan memberikan jawaban yang pasti tentang dampak dari dorongan positif, kritik negatif, atau tidak ada dorongan yang diberikan pada siswa. Kemudian data tersebut digunakan untuk menentukan praktik terbaik apa yang harus dipilih dalam pengajaran.

2. Penelitian Ilmiah

Penelitian ilmiah adalah penelitian yang dilakukan untuk memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan dengan pengumpulan data, interpretasi data, dan evaluasi data secara terorganisir dan sistematis. Proses penelitian ilmiah dimulai dari mendefinisikan pertanyaan hingga menarik kesimpulan. Ada dua jenis penelitian ilmiah, yaitu:

  • Penelitian Ilmiah Murni atau Dasar

Tujuan utama penelitian ilmiah murni adalah untuk menemukan penjelasan tentang mengapa hal-hal tertentu terjadi dan alasan terjadinya. Penelitian ilmiah dasar dapat mengarah pada konfirmasi atau evaluasi ulang teori yang ada atau pada pengembangan teori yang benar-benar baru. Penelitian jenis ini bertujuan untuk menghasilkan deskripsi, prediksi, dan penjelasan/pemahaman.

Namun tujuan paling penting dari penelitian ilmiah dasar adalah penjelasan. Penjelasan dicapai ketika penyebab suatu peristiwa atau fenomena bisa diidentifikasi. Ada tiga prasyarat yang diperlukan untuk menentukan sebab dan akibat dari percobaan ilmiah dasar, yaitu kovariasi peristiwa, urutan waktu yang tepat, dan penyebab alternatif yang masuk akal.

  • Penelitian Ilmiah Terapan

Tidak seperti penelitian dasar, penelitian ilmiah terapan berkaitan dengan mencari jawaban atas pertanyaan spesifik yang membantu manusia, seperti penelitian medis atau studi lingkungan. Penelitian ilmiah terapan lebih fokus pada pengujian teori dibandingkan dengan membahas prinsip-prinsip abstrak.

Penelitian ini mencakup setiap karya kreatif yang dilakukan dengan basis sistematis untuk meningkatkan pengetahuan, termasuk pengetahuan tentang manusia, budaya, dan masyarakat. Informasi ini kemudian dapat digunakan dalam aplikasi baru.

3. Penelitian Skripsi

Penelitian skripsi memberi mahasiswa serangkaian alat teoretis dan praktis untuk memecahkan masalah melalui metode ilmiah. Pengetahuan ini merupakan kegiatan rasionalisasi lingkungan akademik dan professional dan mempromosikan pengembangan intelektual melalui penyelidikan sistematis terhadap kenyataan. Berdasarkan sifat-sifat masalahnya, jenis penelitian skripsi adalah sebagai berikut:

  • Metode penelitian historis: bertujuan untuk membuat rekonstruksi suatu kejadian atau peristiwa di masa lampau secara sistematis dan obyektif.

 

  • Penelitian deskriptif: ini adalah jenis studi yang paling umum dalam skripsi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat, karakteristik, dan profil penting orang, kelompok, komunitas, atau fenomena lain apa pun yang menjadi sasaran analisis.

 

  • Penelitian perkembangan: penelitian yang bertujuan menyelidiki perubahan suatu objek dalam kurun waktu tertentu, atau menyelidi pola dan urutan pertumbuhan suatu objek.

 

  • Penelitian penjelasan: penelitian ini ditujukan untuk menanggapi penyebab peristiwa dan fenomena fisik dan sosial. Penelitian penjelasan dianggap sebagai studi yang paling lengkap dalam sebuah skripsi.

 

  • Penelitian lapangan/kasus: penelitian ini mempelajari dengan seksama latar belakang suatu keadaan dengan berinteraksi langsung ke lingkungan suatu objek tersebut.

 

  • Penelitian kualitatif: digunakan ketika tujuan penelitian adalah analisis mendalam dan kontekstual dari suatu fenomena. Metode ini sangat baik untuk menjawab pertanyaan apa dan siapa, tapi tidak cocok untuk menjawab mengapa dan di mana.

 

  • Penelitian studi kasus: penelitian ini sepenuhnya berbasis literatur. Fokus perhatian adalah pada komunitas tertentu, organisasi, atau kumpulan dokumen.

 

  • Penelitian studi empiris: penelitian yang dilakukan dengan menganalisis data yang telah dikumpulkan sendiri atau data yang sudah tersedia.

 

  • Penelitian analisis sekunder: penelitian yang dilakukan dengan menganalisis data yang dikumpulkan oleh peneliti lain. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi bidang yang diminati tanpa harus melalui proses pengumpulan data sendiri di lapangan.

 

4. Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan informasi berdasarkan pengamatan. Penelitian ini bersifat analisis dan deskriptif.

Metode kualitatif berfokus pada memperoleh informasi melalui alat-alat seperti survei, kuesioner, dll. Setelah data terkumpul, analisis biasanya dilakukan dengan menggunakan metode statistik. Ada empat jenis penelitian kualitatif:

  • Metode Fenomenologis

Metode Fenomenologis adalah studi penelitian yang mengkhususkan pada kejadian atau fenomena yang dialami peserta penelitian. Metode ini bisa dilakukan dengan wawancara, observasi, atau survei.

  • Metode Etnografi

Etnografi adalah salah satu metode penelitian kualitatif yang paling populer dan dikenal luas. Metode ini adalah studi langsung terhadap orang atau kelompok selama periode tertentu, dan menggunakan observasi partisipan atau wawancara untuk belajar tentang perilaku sosial mereka.

Dalam bisnis, etnografi adalah salah satu metode untuk memahami pelanggan. Misalnya, melakukan uji produk dengan beberapa orang sebelum dirilis ke publik untuk mengetahui respon masyarakat terhadap produk tersebut.

  • Metode Historis

Metode historis terdiri dari teknik dan pedoman dimana sejarawan menggunakan sumber-sumber primer dan bukti lain untuk meneliti dan kemudian menulis sejarah dalam bentuk catatan masa lalu. Studi tentang metode historis dan penulisan dikenal sebagai historiografi.

  • Metode Studi Kasus

Metode studi kasus adalah penelitian mendalam pada satu subjek uji. Subjek dapat berupa orang atau keluarga, bisnis atau organisasi, kota atau suatu daerah tertentu, peristiwa atau keadaan. Data dikumpulkan dari berbagai sumber dan dikompilasi secara detail untuk membuat kesimpulan yang lebih besar dan tepat.

5. Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah cara terstruktur untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh dari berbagai sumber.

Penelitian ini melibatkan penggunaan komputer, statistik, dan matematika untuk mendapatkan hasil. Tempat penelitian kuantitatif bersifat objektif, rumit, dan sering kali diselidiki. Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah logis, statistik, dan faktual. Ada empat jenis penelitian kuantitatif:

  • Penelitian Eksperimental

Seperti namanya, penelitian eksperimental adalah penelitian yang didasarkan pada satu atau lebih teori. Dalam penelitian ini, analisis dilakukan untuk membuktikan atau membantah suatu pernyataan. Jenis metode penelitian kuantitatif ini terutama digunakan dalam ilmu alam atau sosial karena ada berbagai pernyataan yang perlu dibuktikan benar atau salah.

  • Penelitian Ex-Facto

Metode ini adalah penelitian yang dilakukan setelah fakta, di mana peneliti tidak memiliki kontrol langsung atas variabel independen karena manifestasinya telah terjadi, dan tidak dapat dimanipulasi. Penelitian ini biasanya mempelajari penyebab dari suatu fenomena tertentu yang dapat digunakan untuk membantu memprediksi fenomena serupa.

  • Penelitian Sejarah

Penelitian sejarah memungkinkan Anda untuk mengeksplorasi dan menjelaskan makna, fase, dan karakteristik dari suatu fenomena atau proses pada titik waktu tertentu di masa lalu, dan kemudian mengirimkan data yang dapat diverifikasi.

  • Penelitian Korelasional

Penelitian korelasional adalah jenis metode penelitian non-eksperimental, di mana seorang peneliti mengukur dua variabel, memahami dan menilai hubungan statistik di antara keduanya tanpa pengaruh dari variabel asing.

6. Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengambil sebuah kesimpulan dari sekelompok objek atau pada kondisi tertuntu dengan cara ringkas dan tepat sesuai dengan waktu terjadinya.

Ada beberapa ciri untuk mengenali jenis penelitian deskriptif ini, diantara lain: pembahasan dipusatkan pada pokok permasalahan saat penelitian, dapat menggambarkan permasalahan yang sedang diselidiki dan dapat menerangkan makna yang ada pada permasalahan tersebut. Ada tiga setidaknya jenis metode dari penelitian deskriptif:

  • Metode Survei

Metode survei ini digunakan untuk melakukan penyelidikan supaya bisa mendapatkan fakta-fakta dari buah permasalahan yang akan dilakukan penelitian. Dalam sebuah kutipan buku metode penelitian bahwa metode ini biasa digunakan untuk survei masalah politik, masalah kemasyarakatan dan umum.

  • Metode Deskriptif Kesinambungan

Maksud dari metode ini adalah penelitian yang dilakukan secara terus menerus hingga mendapatkan sebuah fakta pengetahuan secara keseluruhan berupa masalah dan fenomena-fenomena yang sedang terjadi.

  • Metode Penelitian Studi Kasus

Metode studi kasus yaitu penelitian secara terkhusus maksudnya ialah penelitian yang dilakukan secara terperinci pada kasus tertentu. Tujuan dari metode ini agar mendapatkan secara detail dari latar belakang permasalahan.

Untuk melakukan metode penelitian studi kasus ada tiga tahapan diantara lain: 1. Merancang studi kasus 2. Melakukan Studi kasus 3. Melakukan Pengembangan, implikasi dan saran.

7. Penelitian Eksperimen

Penelitian eksperimen adalah jenis metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui sebuah pengaruh hubungan atau perbedaan yang ada pada kondisi tertentu. Sehingga penelitian ini setidaknya dilakukan lebih dari satu kondisi.

Di dalam kutipan buku salah satu pakar peneliti metode desain penelitian eksperimen di bagi menjadi tiga bentuk:

  • Pre-Experimental Design

Jenis design pre-experimental ini dikatakan sebagai eksperimen yang sungguh-sungguh karena masih ada yang terkait dari variabel luar yang masih ikut berpengaruh ke dalam variabel dependen.

  • True Experimental Design

Maksud dari design ini ialah peneliti dapat mengontrol semua variabel yang bisa memperngaruhi ke dalam penelitian (eksperimen) termasuk juga variabel dari luar. Maka dari itu true experimental design disebut sebagai eksperimen yang sebenarnya.

  • Quasi Experimental Design

Eksperimen quasi experimental merupakan pengembangan dari jenis eksperimen experimental design yang masih sering merasakan kesulitan. Karena bentuk design ini mempunyai kelompok control, sehingga dapat memudahkan. Akan tetapi quasi ekperimental design tidak dapat sepenuhnya mengakuisisi varibel-variabel yang dari luar yang berpengaruh dalam eksperimen.

8. Penelitian Hukum

Penelitian hukum adalah jenis kegiatan ilmiah yang berlandasan dengan metode tertentu, sistematis dan pemikiran. Tujuannya dalam penelitian ini yaitu untuk mempelajari masalah-masalah atau gejala hukum dengan cara menganalisa.

Ada tiga jenis penelitian hukum yaitu:

  • Metode Penelitian Hukum Normatif

Metode penelitian ini sering juga disebut sebagai penelitian perpustakaan. Dalam metode penelitiannya hanya diperuntukan pada peraturan yang tertulis, sehingaa dalam metode ini ada hubungan erat pada perpustakaan karena membutuhkan data-data sekunder dari perpustakaan.

  • Metode Penelitian Hukum Normatif-Empiris

Pada dasarnya metode penelitian berikut adalah penggabungan dari hukum normatif dengan hukum empiris. Didalam metode ini terdapat juga ketentuan undang-undang pada setiap peristiwa hukum yang terjadi di kalangan masyarakat.

  • Metode Penelitian Hukum Empiris

Metode hukum empiris dapat berfungsi sebagai meneliti seorang dan penglihatan bagaimana cara bekerja hukum yang ada pada lingkungan masyarakat.

9. Penelitian Sosial

Penelitian Sosial adalah merupakan kegiatan menganalisa pada situasi tertentu dengan berbagai jenis persoalan sosial. Dalam penelitian ini bertujuan agar menemukan aspek baru dan memahami antara sebab dan akibat dalam hubungan. Setidaknya ada dua metode dalam penelitian sosial diantara lain:

  • Kualitatif

Metode kualitatif ini merupkan penelitian sosial yang hanya memberikan bagian gambaran atau ringkasan dari pokok permasalahan. Sehingga hanya menjelaskan deskripsi singkat yang diperoleh.

  • Kuantitatif

Sedangkan penelitian sosial kuantitatif ini harus memanfaatkan bayak data yang terlibat pada permasalah lingkungan masyarakat. Pada dasarnya data yang diperlukan berupa nomor-nomor statiska.

Untuk lebih jelasnya silahkan simak perbedaan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif berikut:

KualitatifKuantitatif
Data berupa naratifData berupa Numerik
Lebih mementingkan SubjekLebih utama objek
Tidak  perlu HipotesisMengawali Hipotesis
Peneliti disebut instrumenPeneliti tidak sebagai instrumen

 

Itulah berbagai jenis penelitian yang ada dan dapat memberikan dasar bagi banyak kebijakan pemerintah untuk membantu meningkatkan produktivitas dalam industri dan bisnis, membantu sains, pendidikan, dan masih banyak lagi. Jika ada pertanyaan mengenai bahasan diatas silahkan tinggalkan komentar dibawah.

danar Seorang yang Senang dan Giat dalam Belajar, Terutama di Dunia Pendidikan. Yang mempunyai hobi Membaca, Fotografi dan seputar Internet Marketing.

Sejarah Sepak Bola

danar
2 min read

Sejarah Olahraga

danar
2 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *