danar Seorang mahasiswa yang mempunyai ketertarikan di dunia Internet Marketing.

Contoh Hikayat

14 min read

Contoh-Hikayat

Hikayat merupakan sebuah rangkaian cerita yang mempunyai kisah tentang kehebatan atau kepahlawanan seseorang. Biasanya seorang pembaca hikayat akan terasa terhibur dan kagum karena sejarah dan lucu dari alur ceritanya atau juga kisah-kisah yang inspiratif. Dari berbagai contoh hikayat yang terkenal seperti si miskin, bunga kemuning dan panji semirang dapat disimpulkan bahwa alur dari cerita hikayat ini berisi seperti kesaktian, keanehan maupun mukjizat dari peran seseorang yang ada didalamnya.

Perlu Anda ketahui terlebih dahulu bahwa kata hikayat berasal dari bahasa Arab yaitu “ Haka “ yang mempunyai arti bercerita atau menceritakan. Hikayat juga biasanya tersaji dengan bahasa melayu sehingga akan lebih menarik untuk dibaca.

Berikut contoh kumpulan hikayat dari Cryptowi yang tersaji dan siap untuk Anda baca.

Contoh Hikayat Lucu

Contoh-Hikayat-Lucu

Kisah Lucu Seorang Permaisuri Dengan Sang Raja

Kisah ini belatar belakang ada seorang raja yang mempunyai sifat cemburu. Karena sang raja ini mempunyai permaisuri yang sangat anggun dan cantik maka sang raja sangat berhati-hati menjaga istrinya. Lebih asiknya baca kisahnya dibawah ini..

Pada jaman dahulu kala telah ada salah satu kerajaan yang saat itu dipimpin seorang raja, tetapi sang raja tersebut mempunyai sifat cemburu yang besar kepada sang istri. Karena istrinya tersebut mempunyai kecantikan yang luar biasa, sehingga ketika setiap prajurit atau pegawai sang raja tadi yang berani mengganggu sang permaisuri akan mendapatkan hukuman yang berat.

Pada suatu saat ketika sang raja akan berburu ke hutan, beliau tetapi merasa kebingungan untuk memikirkan cara demi melindungi supaya sang istrinya terhindar dari godaan para pegawai atau prajuritnya. Karena sang istri sangat menyukai dedaunan hijau.

Dan akhirnya muncul ide yang sangat unik yaitu memasang jebakan di lubang alat sang premaisuri, sehingga ketika terjadi pemasukan akan langsung terpotong alat yang memasukan tersebut.

Sang raja pun akhirnya meninggalkan kerjaannya dengan hati yang tenang dan tak lupa juga salah satu mahapatih mendapatkan amanah dari sang raja untuk menjada sang permaisurinya.

Memang terkait dengan jebakan ini tidak disebar luaskan dan sang raja juga mengancam permaisurinya jika jebakan ini dibocorkan. Selang beberapa minggu berburu akhirnya sang raja kemudian pulang dan langsung mengadakan pertemuan untuk seluruh prajurit dan pegawainya.

Sang Raja: “Seluruh prajurit semmua termasuk pegawai seluruh istana segera berbaris didepan saya dan buka celana kalian semua.. Cepat!! ( dengan nada yang begitu menggelegar dari segela penjuru istana  ).

Kemudian berbaris para prajurit dan pegawai istana semua termasuk dengan mahapatih. Sang raja pun melihat setiap barisan,  ternyata semua ‘ burung ‘ baik pegawai dan prajuritnya buntung!

Sang Raja,”Kalian-kalian ini adalah para prajurit dan pegawai yang pengkhianat, semua masuk penjara dan masing2 dicambuk 100 kali!”

Tetapi ada barisan diujung sendiri yaitu mahapatih ternyata burungnya yang masih utuh sendiri..

Sang Raja: “Kamu mahapatih adalah satu-satunya orang yang hebat, karena hanya kamu yang bisa menahan hawa nafsu”.

Mahapatih: (Berterimakasih kepada sang raja yang paling dalam).

Sang Raja: “Maka karena kamu sudah setia,Saya akan berikan mahapatih hadiah tanah dan rumah beserta isi-isinya yang berada di timur kerajaan.”

Mahapatih: “TLIMA KATIH PATUKA LADA ..”

Hikayat Singkat Beserta Unsur Intrinsik

Hikayat-Singkat-Beserta-Unsur-Intrinsik

Contoh Hikayat Indera putra : Ringkasan Karya Sastra Melayu

Maharaja Bikrama Puspa memiliki seorang putra bernama Indera putra. Dia memiliki sifat yang sangat arif, bijaksana, perkasa serta sakti. Namun nasibnya kurang beruntung. Waktu kecil, dia sempat diterbangkan oleh merak emas. Kemudian dia jatuh ditaman serta pelihara oleh nenek kabayan. Serta dia dinaikan jadi anak perdana menteri.Pada sesuatu hari, Raja Syahsan berangkat mencari serta memandang seokor kijang menangisi ibunya yang sudah mati. Baginda juga terharu serta mau memiliki anak. Setelah itu baginda mendengar berita di suatu gunung yang jauh, terdapat seseorang maharesi pertapa yang sakti, namanya Berma Sakti. Sebab tempatnya sangat jauh, tiada seseorang juga mampu kesana. Hendak namun Indera putra juga menawarkan diri buat berangkat ke gunung itu.Hingga pergilah Inderaputra mencari obat itu. Dia juga melewati rintangan- rintangan yang susah serta beresiko. Kesimpulannya dia juga hingga di tempat pertapaan Berma sakti serta dia diberi suatu obat.

Raja syasian juga sangat gembira. Sehabis permaisuri memakan obat yang dibawa indra putera, permaisuri juga berbadan dua serta melahirkan seseorang anak yang menawan yang diberi nama tuan gadis indra seri bulan. Sesuatu hari indra putera dituduh berbuat jahat dengan dayang. Kesimpulannya dia juga dibuang disebuah negara. Serta raja dinegeri tersebut juga menawarkan indra putera serta membagikan sehalai kain yang bisa mengobati seluruh berbagai penyakit.

Tuan puteri seri bulan juga sudah beranjak berusia serta tidak lama setelah itu, tuan puteri sakit serta tidak terdapat seseorang tabib juga yang bisa menyembuhkannya. Indra putera juga timbul serta mengobati tuan puteri. walaupun banyak permasalahan yang menerjang. Dan pada akhirnya indera putra bisa meminang tuan putri indara seri bulan.

Unsur-unsur Intrinsik Hikayat Indera putra

Tema:

Kebaikan yang tulus bawa kebahagian

Penokohan:

  • indra putera: arif, bijaksana, perkasa, sakti serta baik
  • raja syasian: baik serta bijaksana
  • nenek kabayan: penolong serta perduli
  • berma sakti: sakti, baik serta penolong
  • tuan puteri indra seri bulan: cantik

Alur:

alur maju: Sebab ceritanya menggambarkan mulai dia dibuang oleh merak emas disuatu taman Hingga dia bisa meminang tuan putri.

Setting:

  • waktu: sebagian lama, sesuatu hari, tidak lama setelah itu, pada sesuatu kala dan akhirnya
  • tempat: digunung, ditaman, dikebun nenek, serta disebuah negeri
  • suasana: menegangkan serta mengembirakan

Sudut pandang: Sudut pandang orang ke- 3

Style bahasa: sulit dipahami, bahasa nya tidak baku.

Faktor Ekstrinsik

– Nilai Moral: Lakukanlah kebaikan dengan setulus hati serta tanpa pamrih

Hikayat Si Miskin

Hikayat-Si-Miskin

Berawal dari sumpah Batara Indera, seseorang raja keinderaan beserta permaisurinya dibuang dari keinderaan sehingga mengalami sengsara hidupnya. Seperti itulah awal mulanya sehingga dia dikenal dengan sebutan Si Miskin.

Si Miskin pasangan suami istri kelihatan kainnya semacam dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkelana di Negara Antah Berantah di dasar pemerintahan Maharaja Indera Dewa. Ke mana mereka berangkat senantiasa diburu serta diusir oleh penduduk secara beramai- ramai dengan diiringi penganiayaan sehingga bengkak- bengkak serta berdarah- darah badannya. Sejauh ekspedisi menangislah Si Miskin berdua itu dengan sangat lapar serta dahaganya. Waktu malamnya dia tidur di hutan, kemudian siangnya berjalan lagi mencari rezeki. Demikian seterusnya.

Kala saat isterinya telah mengandung 3 bulan, dia menginginkan makan mangga yang terdapat di halaman raja. Si Miskin melaporkan keberatannya buat menuruti kemauan isterinya itu, namun istri itu kian menggila menangisnya. Hingga berkatalah Si Miskin,“ Diamlah. Tuan jangan menangis. Supaya Kakanda berangkat mencari buah mempelam itu. Jikalau bisa, Kakanda bagikan kepada tuan.”

Si Miskin berangkat ke pasar, pulangnya bawa mangga serta makanan- makanan yang lain. Sehabis ditolak oleh isterinya, dengan hati yang sebal serta penuh ketakutan, pergilah Si Miskin menghadap raja meminta mangga. Sehabis diperolehnya setangkai mangga, pulanglah dia lekas. Isterinya menyongsong dengan tertawa- tawa serta terus dimakannya mangga itu.

Sehabis genap bulannya kandungan itu, lahirlah anaknya yang awal pria bernama Marakarmah (anak di dalam kesukaran) serta diasuhnya dengan penuh kasih sayang.

Kala menggali tanah buat keperluan membuat teratak bagaikan tempat tinggal, didapatnya suatu tajau yang penuh berisi emas yang tidak hendak habis buat berbelanja hingga kepada anak cucunya. Dengan takdir Allah terdirilah di sana suatu kerajaan yang komplet peralatannya.

Si Miskin kemudian berubah nama Maharaja Indera Angkasa serta isterinya bernama Tuan Puteri Ratna Dewi. Negerinya diberi nama Puspa Sari. Tidak lama setelah itu, lahirlah anaknya yang kedua, wanita, bernama Nila Kesuma.

Maharaja Indera Angkasa sangat adil serta pemurah sehingga memasyurkan kerajaan Puspa Sari serta menjadikan iri hati untuk Maharaja Indera Dewa di negara Antah Berantah.

Kala Maharaja Indera Angkasa hendak mengenali pertunangan putra- putrinya, dicarinya ahli- ahli nujum dari Negara Antah Berantah.

Atas bujukan jahat dari raja Antah Berantah, oleh para pakar nujum itu dikatakan kalau Marakarmah serta Nila Kesuma itu nanti cumalah hendak mendatangkan celaka saja untuk ibu dan bapaknya.

Ramalan palsu para pakar nujum itu menyedihkan hati Maharaja Indera Angkasa. Hingga, dengan hati yang berat serta amat terharu disuruhnya berangkat selama- lamanya putra- putrinya itu.

Tidak lama setelah itu sepeninggal putra- putrinya itu, Negara Puspa Sari musnah dibakar.

Sesampai di tengah hutan, Marakarmah serta Nila Kesuma berlindung di dasar tumbuhan beringin. Ditangkapnya seekor burung buat dimakan. Waktu mencari api ke kampung, sebab disangka mencuri, Marakarmah dipukuli orang banyak, setelah itu dilemparkan ke laut. Nila Kesuma pada akhirnya ditemui oleh Raja Mengindera Sari, putera mahkota dari Palinggam Sinar, yang pada kesimpulannya jadi isteri putera mahkota itu serta bernama Mayang Mengurai.

Hendak nasib Marakarmah di lautan, teruslah ia hanyut serta kesimpulannya terdampar di pangkalan raksasa yang mempesona Sinar Chairani( anak raja Tiongkok) yang sehabis gendut hendak dimakan. Waktu Sinar Chairani berjalan–jalan di tepi tepi laut, dijumpainya Marakarmah dalam kondisi terikat badannya. Dilepaskan tali- tali serta diajaknya kembali. Marakarmah serta Sinar Chairani berupaya lari dari tempat raksasa dengan menumpang suatu kapal. Mencuat birahi nahkoda kapal itu kepada Sinar Chairani, hingga didorongnya Marakarmah ke laut, yang seterusnya ditelan oleh ikan nun yang membuntuti kapal itu mengarah ke Palinggam Sinar. Setelah itu, ikan nun terdampar di dekat rumah Nenek Kebayan yang setelah itu terus membelah perut ikan nun itu dengan daun padi sebab menemukan petunjuk dari burung Rajawali, hingga Marakarmah bisa keluar dengan tidak bercela.

Setelah itu, Marakarmah jadi anak angkat Nenek Kebayan yang kehidupannya berjual bunga. Marakarmah senantiasa menolak menggubah bunga. Sebabnya, gubahan bunga Marakarmah diketahui oleh Sinar Chairani, yang jadi karena bisa berjumpa kembali antara suami- isteri itu.

Sebab cerita Nenek Kebayan menimpa putera Raja Mangindera Sari menciptakan seseorang puteri di dasar tumbuhan beringin yang lagi menangkap burung, tahulah Marakarmah kalau puteri tersebut adiknya sendiri, hingga ditemuinyalah. Nahkoda kapal yang jahat itu dibunuhnya.

Berikutnya, Marakarmah mencari bapak bundanya yang sudah jatuh miskin kembali. Dengan kesaktiannya diciptakannya kembali Kerajaan Puspa Sari dengan seluruh peralatannya semacam dulu kala.

Negara Antah Berantah dikalahkan oleh Marakarmah, yang setelah itu dirajai oleh Raja Bujangga Indera( kerabat Sinar Chairani).

Kesimpulannya, pada akhirnya Marakarmah pun berangkat ke negara mertuanya yang bernama Maharaja Malai Kisna di Mercu Indera serta mengambil alih mertuanya itu jadi Sultan Mangindera Sari jadi raja di Palinggam Sinar.

Faktor Intrinsik dalam Hikayat Si Miskin

Tema: Kunci kesuksesan merupakan kesabaran. Ekspedisi hidup seorang yang dihadapi banyak rintangan serta cobaan.

Alur:  Memakai alur maju, sebab penulis menggambarkan kejadian tersebut dari awal kasus hingga akhir kasus.

Setting/ Latar:

  • Setting Tempat: Negara Antah Berantah, Hutan, Pasar, Negara Puspa Sari, Lautan, Tepi Tepi laut Pulau Raksasa, Kapal, Negara Palinggam Sinar.
  • Setting Atmosfer: Tegang, mencekam serta Ketakutan, Senang, Menyedihkan

Sudut Pandang Pengarang: Orang ketiga serba ketahui.

Amanat:

  • Seseorang pemimpin yang baik merupakan seseorang yang adil serta pemurah.
  • Janganlah gampang terbawa- bawa dengan perkata oran lain.
  • Hadapilah seluruh rintangan serta cobaan dalam hidup dengan tabah serta rendah hati.
  • Jangan memandang seorang dari nampak luarnya saja, tetapi simaklah ke dalam hatinya.
  • Sebaiknya kita bisa membantu sesama yang hadapi kesukaran.
  • Janganlah kita gampang menyerah dalam mengalami sesuatu perihal.
  • Hidup serta kematian, senang serta kesedihan, seluruh terletak di tangan Tuhan, manusia cuma bisa menempuh takdir yang sudah didetetapkan.

Faktor Ekstrinsik dalam Hikayat Si Miskin

1. Nilai Moral

Kita wajib berlagak bijaksana dalam mengalami seluruh perihal di dalam hidup kita. Jangan kita sangat memaksakan kehendak kita pada orang lain.

2. Nilai Budaya

Bagaikan seseorang anak kita wajib menghormati orangtua. Sebaiknya seseorang anak bisa berbakti pada orang tua.

3. Nilai Sosial

Kita wajib silih tolong- menolong terhadap sesama serta pada orang yang memerlukan tanpa rasa pamrih. Sebaiknya kita ingin berbagi buat meringankan beban orang lain.

4. Nilai Religius

Jangan mempercayai ramalan yang belum pasti kebenarannya. Percayalah pada Tuhan kalau Dialah yang memastikan nasib manusia.

5. Nilai Pendidikan

Kita wajib silih tolong- menolong terhadap sesama serta pada orang yang memerlukan tanpa rasa pamrih. Jangan mempercayai ramalan yang belum pasti kebenarannya.

Hikayat Bahasa Melayu

Hikayat-Bahasa-Melayu

Contoh Hikayat Melayu dalam Kesusastraan Indonesia : Hikayat Bayan Budiman

Alkisah, di sesuatu kerajaan Ajam, terdapat seseorang saudagar yang bernama Khojan Mubarak. Dia ialah saudagar yang lumayan sukses. Sebab tidak kunjung memiliki anak, si saudagar sukses ini berdoa kepada Tuhan serta berniat hendak berikan makan fakir miskin serta para darwis apabila nanti telah menemukan anak. Atas karunia yang dikasih Allah SWT, si saudagar ini juga kesimpulannya menemukan seseorang anak pria yang lahir dari rahim istrinya. Si anak juga kemudian dinamainya dengan nama Khojah Maimun.

Si anak juga kemudian disrahkan kepada Mu’ alim Sabian buat dianjurkan mengaji. Khojah Maimun juga bertumbuh jadi anak yang baik serta berakhlak mulia. Dikala umurnya tiba 15 tahun, Khajah Maimun dinikahkan dengan Bibi Zaenab yang ialah anak saudagar semacam dirinya. Sebab mau meningkatkan usahanya, anak dari Khanjan Mubarak ini juga memutuskan buat berdagang dengan metode berlayar. Saat sebelum berangkat, ia membagikan sejoli burung bagaikan sahabat serta penglipur lara untuk si istri tercinta.

Burung- burung tersebut merupakan burung bayan jantan serta burung tiung betina. Khajah Maimun berpesan supaya si istri senantiasa berdiskusi dengan kedua burung tersebut dikala hendak melaksanakan suatu. Pendek cerita, Bibi Zaenab yang ialah istri Khajah Maimun tengah dilanda kesepian sebab ditinggal si suami. Ditengah kegelisahannya, datanglah seseorang pemuda tampan di depan rumahnya. Si pemuda tersenyum kepadanya yang setelah itu dibalas oleh Bibi Zaenab.

Pendek cerita, Bibi Zaenab juga jatuh cinta pada pemuda yang nyatanya anak seseorang raja. Pertemuan juga kemudian direncanakan olehnya serta pemuda itu. Dikala hendak berjumpa si pemuda, si burung tiung betina menghindari Bibi Zaenab buat melaksanakan pertemuan tersebut sebab perihal itu ialah perihal yang melanggar ketentuan agama. Tersingggung dengan perkataan si burung, istri saudagar itu juga melontarkan burung itu dengan keras, sampai si burung wafat. Burung bayan jantan yang terdapat di situ cuma berdiam diri serta berpura- pura tidur.

Tanpa di duga, burung bayan itu malah menyuruh si istri saudagar buat lekas berjumpa anak si raja. Burung bayan itu juga setelah itu menggambarkan hal- hal menarik tentang indahnya berhura- hura, hidup leluasa, serta sebagainya. Cerita yang di informasikan si burung begitu menarik sehingga Bibi Zaenab juga kurang ingat hendak rencana yang ia jalani. Perihal itu juga terus bersinambung sampai si suami kembali ke dekapan Bibi Zaenab. Kesimpulannya, rencana pertemuan Bibi Zaenab juga urung terjalin, serta rumah tangganya dengan Khojah Maimun juga selamat dari perselingkuhan yang hampir dikerjakannya.

Contoh Hikayat Bunga Kemuning

Contoh-Hikayat-Bunga-Kemuning

Dulu kala, terdapat seseorang raja yang mempunyai 10 orang puteri yang cantik- cantik. Si raja diketahui bagaikan raja yang bijaksana. Namun dia sangat padat jadwal dengan kepemimpinannya, sebab itu dia tidak sanggup buat mendidik anak- anaknya. Istri si raja telah wafat kala melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak si raja diurus oleh inang penjaga. Puteri- puteri Raja jadi manja serta bandel. Mereka cuma suka bermain di danau. Mereka tidak ingin belajar serta pula tidak ingin menolong bapak mereka. Pertengkaran kerap terjalin di antara mereka.

Kesepuluh puteri itu dinamai dengan nama- nama corak. Puteri Sulung bernama Puteri Jambon. Adik- adiknya dinamai Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona serta Puteri Kuning, Pakaian yang mereka juga bercorak sama dengan nama mereka. Dengan begitu, si raja yang telah tua bisa mengidentifikasi mereka dari jauh. Walaupun kecantikan mereka nyaris sama, sang bungsu Puteri Kuning sedikit berbeda, dia tidak nampak manja serta bandel. Kebalikannya dia senantiasa riang serta serta tersenyum ramah kepada siapapun. Dia lebih suka berpergian dengan inang penjaga daripada dengan kakak- kakaknya.

Pada sesuatu hari, raja hendak berangkat jauh. Dia mengumpulkan seluruh puteri- puterinya.“ Saya hendak berangkat jauh serta lama. Oleh- oleh apakah yang kamu mau?” tanya raja.

“ Saya mau perhiasan yang mahal,” kata Puteri Jambon.

“ Saya ingin kain sutra yang berkilau- kilau,” kata Puteri Jingga. 9 anak raja memohon hadiah yang mahal- mahal pada ayahanda mereka. Namun lain halnya dengan Puteri Kuning. Dia berpikir sejenak, kemudian memegang lengan bapaknya.

“ Bapak, saya cuma mau bapak kembali dengan selamat,” katanya. Kakak- kakaknya tertawa serta mencemoohkannya.

“ Anakku, sangat baik perkataanmu. Pasti saja saya hendak kembali dengan selamat serta kubawakan hadiah indah buatmu,” kata si raja. Tidak lama

setelah itu, raja juga berangkat.

Sepanjang si raja berangkat, para puteri terus menjadi bandel serta malas. Mereka kerap membentak inang penjaga serta menyuruh pelayan supaya menuruti mereka. Sebab padat jadwal menuruti permintaan para puteri yang rewel itu, pelayan tidak pernah mensterilkan halaman istana. Puteri Kuning pilu melihatnya sebab halaman merupakan tempat kesayangan bapaknya. Tanpa ragu, Puteri Kuning mengambil sapu serta mulai mensterilkan halaman itu. Daun- daun kering dirontokkannya, rumput liar dicabutnya, serta dahan- dahan tumbuhan dipangkasnya sampai apik. Semula inang penjaga melarangnya, tetapi Puteri Kuning senantiasa berkeras mengerjakannya. Kakak- kakak Puteri Kuning yang memandang adiknya menyapu, tertawa keras- keras.“ Amati tampaknya kita memiliki pelayan baru,” kata seseorang antara lain.

sangat “ Hai pelayan! Masih terdapat kotoran nih!” ucap seseorang yang lain sembari melemparkan sampah. Halaman istana yang telah apik, kembali acak- acakan. Puteri Kuning diam saja serta menyapu sampah- sampah itu. Peristiwa tersebut terjalin berulang- ulang hingga Puteri Kuning keletihan. Dalam hati dia dapat merasakan penderitaan para pelayan yang dituntut mematuhi bermacam perintah kakak- kakaknya.

“ Kamu ini sangat keterlaluan. Mestinya bapak tidak butuh mengantarkan apa- apa buat kamu. Bisanya cuma mengusik saja!” Kata Puteri Kuning dengan marah.

“ Telah ah, saya bosan. Kita mandi di danau saja!” ajak Puteri Nila. Mereka meninggalkan Puteri Kuning seseorang diri. Begitulah yang terjalin tiap hari, hingga bapak mereka kembali. Kala si raja datang di istana, kesembilan puterinya masih bermain di danau, sedangkan Puteri Kuning lagi merangkai bunga di teras istana. Mengenali perihal itu, raja jadi sangat pilu.

Anakku yang giat serta baik budi! Ayahmu tidak sanggup berikan apa- apa tidak hanya kalung batu hijau ini, bukannya corak kuning kesayanganmu!” kata si raja. Raja memanglah telah mencari- cari kalung batu kuning di bermacam negara, tetapi barang itu tidak sempat ditemuinya.

“ Sudahlah Bapak, tidak kenapa. Batu hijau juga menawan! Amati, serasi benar dengan bajuku yang bercorak kuning,” kata Puteri Kuning dengan lemah lembut.

“ Yang berarti, bapak telah kembali. Hendak kubuatkan teh hangat buat bapak,” ucapnya lagi. Kala Puteri Kuning lagi membuat teh, kakak- kakaknya berdatangan. Mereka ribut mencari hadiah serta silih memamerkannya. Tidak terdapat yang ingat pada Puteri Kuning, terlebih menanyakan hadiahnya.

Keesokan hari, Puteri Hijau memandang Puteri Kuning mengenakan kalung barunya.“ Wahai adikku, bagus benar kalungmu! Sepatutnya kalung itu jadi milikku, sebab saya merupakan Puteri Hijau!” katanya dengan perasaan iri.

“ Bapak memberikannya padaku, bukan kepadamu,” sahut Puteri Kuning. Mencermatinya, Puteri Hijau jadi marah. Dia lekas mencari saudara- saudaranya serta menghasut mereka.

“ Kalung itu milikku, tetapi dia mengambilnya dari saku bapak. Kita wajib mengajarnya berbuat baik!” kata Puteri Hijau. Mereka kemudian setuju buat merampas kalung itu. Tidak lama setelah itu, Puteri Kuning timbul. Kakak- kakaknya menangkapnya serta memukul kepalanya. Tidak disangka, pukulan tersebut menimbulkan Puteri Kuning wafat.

“ Astaga! Kita wajib menguburnya!” seru Puteri Jingga. Mereka beramai- ramai mengusung Puteri Kuning, kemudian menguburnya di halaman istana. Puteri Hijau turut mengubur kalung batu hijau, sebab dia tidak menginginkannya lagi. Sewaktu raja mencari Puteri Kuning, tidak terdapat yang ketahui kemana puteri itu berangkat. Kakak- kakaknya juga diam seribu bahasa. Raja sangat marah.“ Hai para pengawal! Cari serta temukanlah Puteri Kuning!” teriaknya.

Pasti saja tidak terdapat yang dapat menciptakannya. Berhari- hari, berminggu- minggu, berbulan- bulan, tidak terdapat yang sukses mencarinya. Raja sangat pilu.“ Saya ini bapak yang kurang baik,” katanya.” Biarlah anak- anakku kukirim ke tempat jauh buat belajar serta mengasah budi pekerti!” Hingga dia juga mengirimkan puteri- puterinya buat bersekolah di negara yang jauh. Raja sendiri kerap termenung- menung di halaman istana, pilu memikirkan Puteri Kuning yang lenyap tidak berbekas.

Sesuatu hari, tumbuhlah suatu tumbuhan di atas kubur Puteri Kuning. Si raja heran melihatnya.“ Tumbuhan apakah ini? Batangnya bagaikan jubah puteri, daunnya bundar berkilau bagai kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan serta sangat wangi! Tumbuhan ini mengingatkanku pada Puteri Kuning. Baiklah, kuberi nama dia Kemuning.!” kata raja dengan bahagia. Semenjak seperti itu bunga kemuning memperoleh namanya. Apalagi, bunga- bunga kemuning dapat digunakan buat mengharumkan rambut. Batangnya dipakai buat membuat kotak- kotak yang indah, sebaliknya kulit kayunya terbuat orang jadi bedak. Sehabis mati juga, Puteri Kuning masih membagikan kebaikan.

Contoh Hikayat Panji Semirang

Contoh-Hikayat-Panji-Semirang

Berikut ini adalah cerita ringkasan hikayat dari panji semirang.. Dengan ringkasan ini semoga bisa menghemat waktu Anda untuk mengetahui asal-usul ceritanya.

Pada waktu itu kerajaan telah mendapat kabar tentang Galuh Cendera Kirana yang mana putri dari Baginda Raja Nata yang amat ta`lim serta hormat kepada orang tuanya hendak bertunangan dengan Raden Inu Saat ini sudah terdengar beritanya oleh Galuh Ajeng. Mendengar kabar ini Galuh Ajeng sangat teriris hatinya serta menangislah dia mlihat kondisi ini. Memandang perihal ini Paduka Liku yang tidak lain merupakan bapak dari galuh ajeng sangat menyayangkan perihal tersebut. Sangat pilu dia memandang tingkah laku putrinya tersebut.

Tidak hentinya rasa benci, dengki, dan dendam di dalam hati Paduka Liku sehingga dia berencana buat menewaskan Galuh Cendera Kirana dan Paduka Nata. Dia meracuni santapan yang hendak mereka makan yang mana santapan tersebut sudah dipersiapkan oleh dayang- dayang istana. Supaya jikalau Galuh Cendera Kirana mati hingga pastilah putrinya Galuh Ajeng yang nanti mengambil alih posisi Galuh Cendera Kirana buat ditunangkan dengan Raden Inu Saat itu begitu pula dengan Raja Nata yang apabila mati, nanti Raja Liku yang hendak mengambil alih letaknya.

Kemudian singkat cerita bahwa sang Raja Liku memohon meminta tolong kepada saudaranya yang pula menteri buat mencarikan menurutnya seseorang yang pandai membuat guna guna buat mengguna- gunai raja nata dan putrinya. Sehabis di miliki dari pencarian yang panjang oleh saudaranya tersebut, disampaikanlah kepada Raja Nata apa- apa yang wajib dikerjakannya saat ini setimpal dengan psean dari pakar guna- guna tersebut.

Hikayat Sejarah

Hikayat-Sejarah

Inilah sesuatu cerita yang dikisahkan oleh orang tua, asal raja yang berbuat negara Patani Darussalam itu. Ada pula raja di Kota Maligai itu namanya Paya Tu Kerub Mahajana. Hingga Paya Tu Kerub Mahajana juga mempunyai anak seseorang pria, hingga dinamai anakanda baginda itu Paya Tu Antara. Hatta berapa lamanya hingga Paya Tu Kerub Mahajana juga matilah. Syahdan hingga Paya Tu Antara juga kerajaanlah mengambil alih ayahanda baginda itu. Dia menamai dirinya Paya Tu Naqpa. Sepanjang Paya Tu Naqpa kerajaan itu sentiasa dia berangkat mencari.

Pada sesuatu hari Paya Tu Naqpa juga duduk diatas takhta kerajaannya dihadap oleh seluruh menteri pegawai hulubalang serta rakyat sekaligus. Arkian hingga titah baginda:” Saya dengar khabarnya perburuan sebelah tepi laut itu sangat banyak konon.” Hingga sembah seluruh menteri:” Daulat Tuanku, sungguhlah semacam titah Duli Yang Mahamulia itu, patik dengar juga demikian pula.” Hingga titah Paya Tu Naqpa:” Jikalau demikian kerahkanlah seluruh rakyat kita. Besok hari kita hendak berangkat mencari ke tepi laut itu.” Hingga sembah seluruh menteri hulubalangnya:” Daulat Tuanku, mana titah Duli Yang Mahamulia patik junjung.” Arkian sehabis datanglah pada keesokan harinya, hingga baginda juga berangkatlah dengan seluruh menteri hulubalangnya diiringkan oleh rakyat sekaligus. Sehabis hingga pada tempat mencari itu, hingga sekaligus rakyat juga berhentilah serta kemah juga didirikan oranglah. Hingga baginda juga turunlah dari atas gajahnya semayam didalam kemah dihadap oleh seluruh menteri hulubalang rakyat sekaligus. Hingga baginda juga menitahkan orang berangkat memandang sisa rusa itu. sehabis orang itu tiba menghadap baginda hingga sembahnya:” Daulat Tuanku, pada hutan sebelah tepi laut ini sangat banyak bekasnya.” Hingga titah baginda:” Baiklah besok pagi- pagi kita mencari”

Hingga sehabis keesokan harinya hingga jaring serta jerat juga ditahan orang. Hingga seluruh rakyat juga masuklah ke dalam hutan itu mengalan- alan seluruh perburuan itu dari pagi- pagi sampai tiba mengelincir matahari, seekor perburuan tiada diperoleh. Hingga baginda juga amat hairanlah dan menitahkan menyuruh membebaskan hewan perburuan baginda sendiri itu. Hingga hewan itu juga dilepaskan oranglah. Hatta terdapat sekira- kira 2 jam lamanya hingga berbunyilah suara hewan itu menyalak. Hingga baginda juga lekas memperoleh suara hewan itu. Sehabis baginda tiba kepada sesuatu serokan tasik itu, hingga baginda juga bertemulah dengan seluruh orang yang bagi hewan itu. Hingga titah baginda:” Apa yang disalak oleh hewan itu?” Hingga sembah mereka sekaligus itu:” Daulat Tuanku, patik mohonkan ampun serta karunia. Terdapat seekor pelanduk putih, besarnya semacam kambing, corak badannya gilang gemilang. Seperti itu yang dihambat oleh hewan itu. Hingga pelanduk itu juga lenyaplah pada tepi laut ini.”

Sehabis baginda mendengar sembah orang itu, hingga baginda juga berangkat berjalan kepada tempat itu. Hingga baginda juga berjumpa dengan suatu rumah orang tua laki- bini duduk merawa serta menjerat. Hingga titah baginda suruh bertanya kepada orang tua itu, dari mana datangnya hingga dia duduk kemari ini serta orang mana asalnya. Hingga hamba raja itu juga menjunjungkan titah baginda kepada orang tua itu. Hingga sembah orang tua itu:” Daulat Tuanku, ada pula patik ini hamba pula pada kebawah Duli Yang Mahamulia, sebab asal patik ini duduk di Kota Maligai. Hingga pada masa Paduka Nenda berangkat berangkat berbuat negara ke Ayutia, hingga patik juga dikerah orang berangkat mengiringkan Duli Paduka Nenda berangkat itu. Sehabis Paduka Nenda hingga kepada tempat ini, hingga patik juga kehadiran penyakit, hingga patik juga ditinggalkan oranglah pada tempat ini.” Hingga titah baginda:” Apa nama engkau?”. Hingga sembah orang tua itu:” Nama patik Encik Tani.” Sehabis telah baginda mendengar sembah orang tua itu, hingga baginda juga kembalilah pada kemahnya. Serta pada malam itu baginda juga berdialog dengan seluruh menteri hulubalangnya hendak berbuat negara pada tempat pelanduk putih itu.

Sehabis keesokan harinya hingga seluruh menteri hulubalang juga menyuruh orang mudik ke Kota Maligai serta ke Lancang mengerahkan seluruh rakyat hilir berbuat negara itu. Sehabis telah seluruh menteri hulubalang dititahkah oleh baginda masing-masing dengan ketumbukannya, hingga baginda juga berangkat kembali ke Kota Maligai. Hatta antara 2 bulan lamanya, hingga negara itu juga sudahlah. Hingga baginda juga pindah hilir duduk pada negara yang diperbuat itu, serta negara itu juga dinamakannya Patani Darussalam( negara yang sejahtera). Arkian pangkalan yang di tempat pelanduk putih sirna itu( serta pangkalannya itu) pada Pintu Gajah ke hulu Jambatan Kedi,( seperti itu. Serta) pangkalan seperti itu tempat Encik Tani naik turun merawa serta menjerat itu. Syahdan mayoritas kata orang nama negara itu mengikut nama orang yang merawa seperti itu. Kalau sebetulnya nama negara itu mengikut sembah orang berkata pelanduk sirna itu. Demikianlah hikayatnya.

Diatas adalah beberapa paparan contoh hikayat yang sering sekali dicari, sehingga kami sajikan sangat lengkap dan jelas, semoga yang telah kami sajikan diatas bisa bermanfaat untuk Anda.

danar Seorang mahasiswa yang mempunyai ketertarikan di dunia Internet Marketing.

4 Replies to “Contoh Hikayat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *